Kumparan Logo

Di Depan BPK hingga KPK, Pejabat Kemendag Diminta Zulhas Teken Pakta Integritas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendag Zulkifli Hasan (Kiri) meneken pakta integritas bersama para pejaba eselon I dan II Kementerian Perdagangan. Foto: Dok. Kemendag
zoom-in-whitePerbesar
Mendag Zulkifli Hasan (Kiri) meneken pakta integritas bersama para pejaba eselon I dan II Kementerian Perdagangan. Foto: Dok. Kemendag

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, meminta pejabat setingkat eselon I dan II di kementeriannya menekan pakta integritas. Penandatanganan itu disaksikan lembaga pengawasan seperti BPK, hingga aparat penegak hukum KPK.

Menurut Zulkifli Hasan, penandatanganan pakta integritas itu bukan seremoni semata, tapi bentuk komitmen menghindari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Kami ingin setiap pejabat Kementerian Perdagangan memiliki komitmen yang sama untuk menghindari segala praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela apa pun,” kata Mendag, Jumat (8/7).

Zulkifli Hasan menegaskan pakta integritas ini juga merupakan dorongan moral agar semua pegawai Kemendag bekerja secara jujur, objektif, dan akuntabel, serta menghindari konflik kepentingan apa pun.

Mendag menegaskan kepada pejabat yang hadir, pakta integritas itu tidak boleh dipandang remeh karena konsekuensinya tegas, pelanggar akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Tahan Banurea merupakan Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag), yang ditetapkan sebagai tersangka pertama, Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty

“Jangan main-main, ini bukan seremonial belaka, ini penegasan komitmen yang harus diresapi secara mendalam. Bagi pelanggar, sanksinya tegas!” ujar Zulhas.

Penandatanganan pakta integritas ini juga disaksikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan Agung, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Turut hadir Anggota II BPK RI Daniel Lumban Tobing, Wakil Jaksa Agung Sunarta, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Gatot Eddy Pramono, dan Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa.

“Dengan disaksikan oleh KPK, BPK, Polri, dan Kejaksaan Agung hari ini, setidaknya saya sebagai Menteri Perdagangan sudah berupaya penuh mulai dari pencegahan,” tambahnya.

Mendag Zulhas melanjutkan ia tetap akan fokus melakukan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Dengan pembaruan tata kelola ini, dia berharap kinerja Kemendag dapat meningkat, lebih akuntabel, dan sepenuhnya berorientasi kepada kesejahteraan rakyat.

“Jika kerjanya lurus, maka jalannya akan mulus. Jika kerjanya benar, maka jalannya pun akan lancar,” tutup Zulkifli Hasan.