Bisnis
·
14 Januari 2021 21:54

Dirut Krakatau Steel, Silmy Karim, untuk Pertama Kali Beli 410 Ribu Saham KRAS

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Dirut Krakatau Steel, Silmy Karim, untuk Pertama Kali Beli 410 Ribu Saham KRAS (130300)
Direktur Utama PT. Krakatau Steel, Silmy Karim ketika mengunjungi kantor kumparan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (Persero), Silmy Karim, memborong 410.000 saham perusahaannya. Ini merupakan pembelian perdana Silmy Karim atas saham perusahaan dengan kode emiten KRAS yang dipimpinnya itu.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Silmy Karim membeli 410.000 saham KRAS pada harga Rp 610. Sehingga transaksi ini total bernilai Rp 250.100.000.
"Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) dan (4) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 11/POJK.04/2017 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka, melapor bahwa saya telah memiliki saham perusahaan terbuka," tulis Silmy Karim dalam surat ke OJK tertanggal 13 Januari 2021.
Dengan pembelian saham ini, kepemilikan Silmy Karim atas PT Krakatau Steel Tbk (Persero) jadi sebesar 0,002 persen saham dari sebelumnya 0 persen. Sehingga dapat disimpulkan ini merupakan pembelian perdana dan jadi kepemilikan awal Silmy Karim atas saham KRAS.
Dirut Krakatau Steel, Silmy Karim, untuk Pertama Kali Beli 410 Ribu Saham KRAS (130301)
Gedung Krakatau Steel. Foto: Facebook/@Krakatau Steel Official
Silmy Karim jadi orang nomor satu di Krakatau Steel, sejak 6 September 2018. Dia diangkat melalui RUPSLB Krakatau Steel, menggantikan dirut sebelumnya yakni Mas Wigrantoro Roes Setyadi. Sebelum di Krakatau Steel, Silmy Karim menjabat Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero).
ADVERTISEMENT
Setidaknya selama 8 tahun terakhir, BUMN industri manufaktur produsen baja ini didera kerugian. Bahkan utangnya pada 2019 mencapai USD 2,49 miliar atau Rp 35,22 triliun (kurs Rp 14.100). Untunglah sejumlah bank yang menjadi kreditur Krakatau Steel, memberikan persetujuan restrukturisasi utang senilai Rp 30 triliun.
Kreditur tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), PT Bank Central Asia Tbk.
Baru pada semester I 2020, Krakatau Steel melaporkan laba bersih perusahaan sebesar USD 74,1 juta atau setara Rp 1,089 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.700). Sebelumnya, Krakatau Steel mencatatkan kerugian mencapai USD 503,65 juta atau sekitar Rp 7,45 triliun sepanjang 2019.
ADVERTISEMENT