Duluan Lolos Resesi, Ekonomi India Makin Meroket Tumbuh 20,1% di Kuartal II 2021
·waktu baca 2 menit

Setelah lebih dulu lolos resesi dibandingkan Indonesia, pertumbuhan ekonomi India makin meroket. Pada kuartal II 2021 India meraih pertumbuhan ekonomi 20,1 persen.
Kementerian Statistik dan Pelaksanaan Program (Ministry of Statistics and Programme Implementation), menyebut angka itu sedikit lebih tinggi dari proyeksi ekonom yang menaksir angka 20 persen.
India sebelumnya dilanda gelombang dua kasus COVID-19 yang parah dan memunculkan varian delta. Hal ini memaksa pemerintah menerapkan lockdown. Tapi pemulihan ekonominya semakin kokoh.
India mengalami resesi setelah dua kuartal di 2020 pertumbuhan ekonominya negatif. Yakni pada kuartal II 2020, kontraksi sedalam 24,4 persen diikuti kuartal III 2020 dengan ekonomi minus 7,4 persen. Tapi menutup akhir 2020, pertumbuhan ekonomi India di kuartal IV 2020 positif 0,5 persen dan membuatnya lolos dari jerat resesi.
"Meroketnya pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021, dipicu efek dasar yang rendah (low base effect) dari tahun lalu. Ini dibandingkan dengan rekor penurunan ekonomi minus 24,4 persen setahun lalu, ketika pandemi virus corona menghantam ekonomi dengan dahsyat," tulis Trading Economics, Rabu (1/9).
Penopang pertumbuhan ekonomi India di kuartal ini adalah sektor konstruksi yang melesat 68,3 persen; Diikuti manufaktur yang melonjak 49,6 persen; Demikian juga sektor jasa seperti perdagangan, hotel, transportasi dan komunikasi, tumbuh tinggi 34,3 persen.
Sektor lain yang juga tumbuh dua digit yakni pertambangan 18,6 persen dan utilitas 14,3 persen; Di sisi konsumsi, belanja swasta meningkat 19,3 persen, investasi 55,3 persen, ekspor 39,1 persen dan impor 60,2 persen.
India merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia, setelah Amerika Serikat, China, Jepang, dan Jerman. Pertumbuhan ekonomi yang makin kokoh di India, tentu akan mendorong pemulihan ekonomi global.
