Kumparan Logo

Energi Baru Terbarukan: Potensi, Manfaat, dan Kendala Pengembangannya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PLTA Balambano milik PT Vale Indonesia di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: PT Vale Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
PLTA Balambano milik PT Vale Indonesia di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: PT Vale Indonesia

Energi baru terbarukan (EBT) adalah jenis sumber daya energi primer yang tidak habis dipakai meski digunakan dalam jangka panjang. Artinya, energi ini dapat diperbaharui lagi, baik secara alamiah maupun dengan bantuan teknologi (regenerasi).

Energi baru terbarukan juga dikenal dengan istilah renewable energy. Sumber energi ini dapat dijadikan sebagai energi alternatif pengganti energi fosil seperti minyak bumi, batu bara, gas bumi, dan lain-lain.

Di Indonesia, pemanfaatan energi baru terbarukan mulai dioptimalkan secara berkala. Bahkan, persentasenya dalam bauran energi nasional terus meningkat seiring waktu, tercatat mencapai 13,09 persen di tahun 2023.

Sejumlah ahli mengatakan bahwa energi baru terbarukan menghadirkan banyak manfaat dan kelebihan. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Manfaat Energi Baru Terbarukan

Petugas membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on grid Selong kapasitas 7 MWp yang dioperasikan Vena Energy di Kelurahan Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (15/7/2024). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Pada dasarnya, energi baru terbarukan yang tersedia sangat melimpah, seperti bumi, air, matahari, dan udara. Sumber energi ini dapat dimanfaatkan dengan bebas dalam jumlah yang relatif besar untuk menghasilkan energi siap pakai seperti listrik.

Banyak keuntungan yang didapat dengan memanfaatkan energi baru terbarukan. Dirangkum dari buku Merancang Energi Masa Depan dengan Biodiesel karya Eka Kurniasih (2020), berikut penjelasan selengkapnya:

1. Ramah lingkungan

Energi baru terbarukan tergolong ramah lingkungan karena tenaganya dihasilkan langsung dari proses alam. Energi ini juga tidak menyebabkan polusi dan mampu mengurangi pencemaran udara, yang akan berdampak pada penurunan pemanasan global yang membuat tingkat kesehatan masyarakat lebih terjaga.

2. Membuka peluang kerja

Dalam proses pengelolaan energi baru terbarukan, pemerintah atau pihak swasta akan membutuhkan SDM dan main power sebagai pekerjanya. Jika penggunaannya semakin meningkat, maka angka pengangguran di Indonesia juga bisa berkurang.

3. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil

Seperti disebutkan sebelumnya, energi baru terbarukan bisa menjadi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Jadi, apabila suplai energi listrik dan minyak bumi semakin menipis, pemerintah bisa memanfaatkan energi dari alam. Bonusnya, pemerintah juga bisa mengurangi emisi karbon penyebab efek rumah kaca.

4. Tersedia dalam jumlah banyak

Ketersediaan sumber energi baru terbarukan sangat melimpah dan akan terus ada sepanjang waktu. Jadi, generasi selanjutnya pun dapat merasakan dampak dari penggunaan energi tersebut. Karena berasal dari alam, risiko kelangkaan sumber energi pun dapat dihindari.

Kendala Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Panel surya juga menjadi sumber energi listrik alternatif di Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Kendati banyak manfaat yang bisa didapat, ada sejumlah kendala yang kerap dihadapi ketika melakukan pengembangan energi baru terbarukan. Dikutip dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai Teknologi Alternatif di Masa Depan dalam Mendukung Pertahanan Negara susunan Ditekindhan Ditjen Pothan Kemhan (2024), berikut uraiannya:

  • Kebijakan pemerintah yang masih belum ramah terhadap implementasi energi baru terbarukan.

  • Aspek pendanaan dan sinergi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.

  • Biaya produksi yang masih relatif tinggi, terutama pada investasi awal yang mengandalkan teknologi tinggi.

  • Pembangkit listrik EBT membutuhkan investasi yang mahal. Selain itu, tingkat pengembalian serta perolehan keuntungan relatif lama dan tidak pasti yang membuat investasi EBT kurang menarik bagi investor nasional dan asing.

  • Strategi Pelaksanaan, terutama terkait kontrak Jangka Panjang dari Perjanjian Jual Beli Energi Baru dan Terbarukan.

Baca juga: Bauran Energi Terbarukan di Indonesia dan Persentase Penggunaannya

Ragam konten berkualitas dan inklusif tentang inisiatif individu, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mendorong terciptanya bumi berkelanjutan hanya di kumparan.com/greeninitiative