Fakta-fakta Jelang IPO Bukalapak: Incar Dana Rp 21 T, Lirik Investor Asing
ยทwaktu baca 1 menit

Platform e-commerce Bukalapak akhirnya menggelar public expose (pubex) penawaran umum saham perdananya pada Jumat (9/7). Rencananya, initial public offering atau IPO Bukalapak akan dilakukan pada 6 Agustus 2021.
Berikut kumparan sajikan sejumlah fakta mengenai rencana IPO Bukalapak:
Incar Dana Segar Rp 21,9 T
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menargetkan dapat memperoleh dana segar Rp 21,9 triliun pada saat IPO. Direktur Utama Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan perusahaan mengincar profitabilitas dengan adanya IPO Bukalapak ini. Perusahaan optimistis kinerja keuangan perusahaan terus membaik meski masih merugi.
Pada 2019, kata Rachmat, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) perusahaan minus Rp 2,69 triliun. Namun, pada 2020, berhasil menaikkan EBITDA Rp 1 triliun menjadi minus Rp 1,67 triliun.
"Kita usahakan semoga tren ini berlanjut terus supaya profitabilitas membaik dan kita jadi untung di masa depan," katanya dalam konferensi pers Bukalapak usai menggelar Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham secara daring, Jumat (9/7).
Transaksi Naik Signifikan dalam 3 Tahun
Rachmat mengatakan, dari sisi pendapatan, trennya juga meningkat 4,6 kali lipat dari Rp 290 miliar menjadi Rp 1,35 triliun pada periode 2018-2020 atau tumbuh rata-rata 115 persen tiap tahunnya.
"Dari tahun 2018 sampai 2020, Bukalapak berhasil meningkatkan nilai transaksi sebesar 3 kali lipat, dari Rp 28 triliun menjadi Rp 85 triliun," ujarnya.
Mengutip laporan keuangan Bukalapak, meski pendapatan naik, perusahaan masih mengalami kerugian. Sepanjang 2020, tercatat rugi bersih perusahaan mencapai Rp 1,35 triliun. Jumlah kerugian ini turun dibandingkan 2019 yang minus Rp 2,79 triliun.
Gaet Investor Asing
Bukalapak langsung roadshow (keliling) ke luar negeri. Tujuannya, untuk menjaring investor asing agar tertarik membeli saham perusahaan.
Direktur Utama Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, menjelaskan karena ada pandemi COVID-19, roadshow ke luar negeri ini dilakukan secara virtual. Harga saham ditawarkan mulai Rp 750 hingga Rp 850 per lembarnya.
"Rencana roadshow IPO ke luar negeri? Jawaban kami akan roadshow mulai hari ini karena baru pubex hari ini. Tentunya, akan bertemu dengan investor dari luar negeri tapi dilakukan secara virtual," katanya.
