Kumparan Logo

Fakta Garuda: Tutup Rute London dan Direksi Rangkap Jabatan Komisaris

kumparanBISNISverified-green

comment
28
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Garuda Indonesia kembali menuai kontroversi. Mantan Direksi Garuda Indonesia yang diberhentikan ternyata merangkap jabatan sebagai komisaris di anak hingga cicit usaha. Bahkan ada yang merangkap hingga 8 jabatan komisaris. Sesuai regulasi di Kementerian BUMN, rangkap jabatan lebih dari 1 komisaris dinilai melanggar ketentuan.

Berita lainnya, manajemen Garuda Indonesia memutuskan menutup rute dari dan menuju London. Pertimbangannya, rute tersebut dinilai sepi. Berikut fakta terbaru soal Garuda Indonesia yang dirangkum kumparan, Jumat (13/12).

Direksi Rangkap Jabatan Komisaris

Dalam dokumen yang diterima kumparan, Kamis (12/12), 5 Direktur Garuda Indonesia yang diberhentikan tersebut juga menjabat komisaris di lebih dari 1 anak dan cucu usaha. Bahkan, 1 orang direksi menjabat komisaris di 8 anak, cucu, hingga cicit usaha.

Dalam dokumen dengan Nomor Garuda/Dekom-102/2019, Dewan Komisaris Garuda Indonesia pada tanggal 9 Desember 2019 memberhentikan jabatan Dewan Komisaris di anak, cucu, dan cicit usaha yang dijabat oleh 5 mantan direksi Perseroan.

"Pemberhentian pada jabatan Dewan Komisaris anak/cucu perusahaan tersebut sejak penetapan pemberhentian sementara waktu yang bersangkutan dari jabatan Direksi Garuda Indonesia," tulis dokumen tersebut.

kumparan post embed

Tutup Rute London

Garuda Indonesia membekukan rute Denpasar-London mulai 11 Desember 2019. Alasannya, rute ini dinilai tidak terlalu menguntungkan.

“Sudah kami bekukan rute ke London. Per kemarin sudah kami bekukan,” kata Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12).

Tak hanya itu, Pikri menambahkan juga akan meninjau kembali rute penerbangan dari dan menuju Eropa. Hal ini dilakukan juga sebagai upaya restrukturisasi bisnis perseroan. Selain ke London, Garuda Indonesia juga melayani penerbangan Jakarta-Amsterdam dengan transit di Medan.

Lebih lanjut dia mengatakan akan memperkuat rute domestik sebagai tulang punggung pendapatan. Lalu, untuk penerbangan ke luar negeri, akan difokuskan pada negara Asia, seperti Jepang, China, dan Korea Selatan.

“Pertama restrukturisasi bisnis dengan perkuat domestic route sebagai backbone. Lalu fokus pada Jepang dan Korea. Lalu, kita juga meninjau rute ke Eropa karena tidak terlalu urgent untuk terbang ke sana. Intinya bagaimana buat perusahaan ini enggak terlalu besar kerugiannya,” tambahnya.