Garuda Food Cs yang Akhirnya Mendapat Jatah Impor Garam Industri

Industri aneka pangan seperti Garuda Food, Indofood, Ajinomoto, dan Unilever pernah mengeluh karena stok bahan baku garam industri mereka menipis. Garuda Food bahkan sempat berencana untuk menyetop kegiatan produksi karena stok garam yang dimiliki hanya bisa dipakai untuk produksi 2 minggu ke depan.
Namun mereka kini bisa bernapas lega. Kementerian Perindustrian hari ini menerbitkan rekomendasi impor garam industri sebanyak 676 ribu ton kepada 27 perusahaan. Mayoritas perusahaan yang mendapatkan jatah impor adalah industri aneka pangan.
"Yang pasti paling besar untuk kebutuhan industri aneka pangan, saya enggak tahu jumlahnya tanyakan ke yang ngasih rekomendasi (Kemenperin)," ungkap Ketua Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPG) Tony Tanduk saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (20/3).

Keputusan Kemenperin dianggap Tony sangat tepat mengingat kondisi industri aneka pangan yang kini tengah megap-megap akibat minimnya stok garam. Dengan keputusan ini, rencana untuk menyetop sementara produksi mereka tidak akan terjadi karena jaminan ketersediaan bahan baku.
"Industri ada investasi, investasi ini yang membutuhkan kenyamanan berusaha, meliputi bahan baku dan lainnya. Kita fokus saja kepada garam yang dibutuhkan untuk bahan baku industri karena mengerucut ke daya saing. Pertama mutu, kedua kontinuitas suplai, ketiga adalah harga," tambahnya.
Selain itu, jatah 676 ribu ton juga akan dibagikan kepada industri farmasi di dalam negeri. Menurut Tony, perkembangan industri farmasi Indonesia berkembang pesat sehingga membutuhkan banyak garam dengan tingkat kandungan NaCl di atas 97%.
"Termasuk untuk farmasi yang membutuhkan NaCl yang sangat tinggi," ujarnya.
