Kumparan Logo

Harga Minyak Anjlok, Trader Singapura Nyaris Bangkrut Sembunyikan Rugi Rp 12,4 T

kumparanBISNISverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kilang minyak Foto: Reuters/Todd Korol
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kilang minyak Foto: Reuters/Todd Korol

Harga minyak mentah di pasar dunia terpuruk sepanjang 2020 ini, hingga membuat trader (pedagang) di Singapura nyaris bangkrut. Pada perdagangan Senin (20/4) waktu Amerika Serikat, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bahkan sempat di level negatif USD 14,08 per barel.

Di tengah gonjang-ganjing harga minyak dunia, salah satu pedagang minyak terkemuka di Singapura, Hint Leon Trading Pte Ltd (HLT), ketahuan telah menyembunyikan kerugian sebesar USD 800 juta atau sekitar Rp 12,4 triliun (Kurs Rp 15.530).

Dikutip Reuters dari dokumen di Pengadilan Tinggi Singapura, kerugian HLT sebesar itu terakumulasi selama beberapa tahun, namun tak dilaporkan. HLT berurusan dengan pengadilan, untuk mengajukan persetujuan restrukturisasi utangnya di bank.

HLT bersama anak perusahaannya, Ocean Tankers Ltd, memiliki utang sebesar USD 3,85 miliar dari 23 bank. Saat ini, perusahaan sedang berupaya mendapat penundaan pembayaran utang tersebut, setidaknya selama 6 bulan.

Harga minyak WTI sempat negatif di perdagangan bursa komoditas dunia. Foto: BP Global's Statistical Review of World Energy

Perusahaan perdagangan minyak HLT, didirikan oleh Lim Oon Kuin, warga negara Singapura berusia 77 tahun. Pria yang dikenal dengan sapaan OK Lim itu, membuat HLT dikenal sebagai salah satu trader minyak terbesar di Asia Tenggara.

Dari laporan keuangan 2019 yang berakhir Oktober lalu, HLT melaporkan raihan laba bersih USD 78,2 juta. Pada kenyataannya, perusahaan justru merugi USD 800 juta.

Putra satu-satunya Lim, Evan Lim Chee Meng, dalam dokumen yang lain menyebutkan bahwa ayahnya menjual stok minyak perusahaan dan menggunakan hasil penjualan itu untuk operasional perusahaan. HLT juga menjaminkan stok minyak yang dibeli dari pasar berjangka, untuk mendapat kredit bank.

Ilustrasi kapal tanker. Foto: pixabay

Dengan anjloknya harga minyak dunia saat ini, perusahaan makin rugi besar.

"Akibatnya ada kekurangan yang besar dibandingkan dengan jumlah persediaan yang telah diamankan untuk bank yang telah menyediakan pembiayaan pengadaan minyak itu," tulis Evan.

kumparan post embed

Evan juga menjabat sebagai direktur di perusahaan yang didirikan ayahnya, yakni HLT dan Ocean Tanker Ltd. Perusahaan tanker itu diketahui memiliki seratusan kapal. Tapi saat ini, HLT tengah meminta perlindungan dari pengadilan Singapura, atas gugatan pailit dari para krediturnya.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona: