Harga Minyak Terus Panas, Subsidi BBM Malaysia Cetak Rekor Capai Rp 100 Triliun

Harga minyak yang terus panas bertahan di kisaran USD 100 per barel, membuat masyarakat global harus menanggung tingginya harga BBM. Malaysia yang menerapkan kebijakan subsidi BBM pun, mencatatkan rekor alokasi anggaran hingga 30 miliar ringgit atau hampir setara Rp 100 triliun.
Angka itu memang jauh di bawah alokasi anggaran subsidi BBM Indonesia yang di 2022 ini mencapai Rp 502 triliun. Tapi Malaysia pun mulai mempertimbangkan untuk membatasi subsidi, hanya untuk masyarakat miskin dan menengah.
Dikutip dari Business Times, Kamis (25/8), total alokasi subsidi energi dan non-energi di Malaysia pada tahun ini mencapai 77,3 miliar ringgit. Dari angka yang setara Rp 256 triliun itu, porsi terbesar adalah untuk subsidi BBM yakni mencapai 30 miliar ringgit atau setara Rp 100 triliun.
"Bulan lalu saja, pemerintah menghabiskan 5 miliar ringgit (Rp 16,6 triliun) untuk subsidi bahan bakar," kata Menteri Keuangan Malaysia, Tengku Zafrul Aziz.
Malaysia mengambil kebijakan memberikan subsidi untuk semua jenis BBM untuk seluruh masyarakat. Tak heran jika harga BBM di Malaysia, jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia dengan kualitas yang lebih baik.
Malaysia menjual BBM dengan nilai oktan terendah pada RON 95 yang setara dengan Pertamax Plus (Kini sudah tidak dijual) atau Shell V-Power.
Berikut daftar harga BBM subsidi di Malaysia per Kamis (25/8):
Bensin RON 95: 2.05 ringgit (Rp 6.765) per liter
Bensin RON 97: 4.30 ringgit (Rp 14.225) per liter
Diesel Euro 5 (Maingrade): 2.15 ringgit (Rp 7.272) per liter
Diesel Euro 5 B7: 2.35 ringgit (Rp 7.949) per liter
Harga itu jauh lebih murah dibandingkan BBM Indonesia pada nilai oktan (RON) yang hampir setara.
Berikut daftar harga BBM di Indonesia per Kamis (25/8):
Bensin RON 95: Rp 18.300 (Shell V-Power) per liter
Bensin RON 98: Rp 17.900 (Pertamax Turbo) per liter
Bensin RON 92: Rp 12.500 (Pertamax) per liter
Dexlite: Rp 17.800 per liter
Pertamina Dex: Rp 18.900 per liter
