Kumparan Logo

Holding Ultra Mikro Bukan Merger, Hanya Integrasi BRI, PNM dan Pegadaian

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank BRI. Foto: BRI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank BRI. Foto: BRI

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Sunarso, memastikan pembentukan holding ultra mikro hanya mengintegrasikan tiga perusahaan pelat merah, bukan penggabungan atau merger.

Ada tiga BUMN yang terlibat dalam holding ultra mikro, yaitu BRI, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Pegadaian (Persero).

Sunarso juga menjelaskan, setelah holding ultra mikro terbentuk, masing-masing perseroan juga tetap tunduk terhadap aturannya masing-masing. Sehingga PNM dan Pegadaian dipastikan tak akan masuk dalam aturan perbankan.

"Ini bukan merger, ini hanya integrasi entitas melalui pembentukan holding, masing-masing entitas akan tetap tunduk terhadap aturan masing-masing. Mereka tidak masuk dalam aturan perbankan," ujar Sunarso saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (18/3).

Direktur Utama BRI Sunarso. Foto: BRI

Selanjutnya, model bisnis yang dijalankan perseroan juga akan tetap sama setelah pembentukan holding ultra mikro. Bahkan Sunarso menyebut, kedua perseroan justru akan semakin baik dengan memanfaatkan akses fisik dan digital dari BRI.

Tak hanya itu, holding ultra mikro juga diharapkan dapat memperkuat bisnis perseroan. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan (cost of fund) serta biaya operasional Pegadaian dan PNM juga bisa diturunkan setelah pembentukan holding ultra mikro.

“Ekosistem ini nanti diharapkan dapat memperkuat bisnis Pegadaian dan PNM, melalui mekanisme penurunan cost of fund dan penurunan biaya operasional. Penurunan cost of fund bisa dapat akses pendanaan langsung BRI, karena cost of fund BRI masih murah,” jelasnya.

kumparan post embed

Sementara untuk biaya operasional, Sunarso melanjutkan, holding juga akan berdampak positif bagi perseroan. Sebab, biaya operasional bisa diturunkan dengan menggunakan infrastruktur jaringan secara bersama.

“Sehingga jika mau memperluas jaringan, tidak perlu investasi sendiri-sendiri dan tujuan penggunaan sama. Jadi investasi cukup satu, tapi bisa dipakai bertiga,” tambahnya.