Kumparan Logo

IHSG Terjangkit Corona, Saatnya Investasi Saham

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Investor melihat layar monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto:  Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Investor melihat layar monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan dalam sepekan lalu, IHSG anjlok 7,3 persen pada posisi 5.452,704, dari level 5.882,255 pada penutupan pekan sebelumnya.

Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, anjloknya IHSG dalam beberapa waktu ini memang disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap virus corona yang telah mewabah secara global. Bahkan wabah covid-19 ini pun belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Kinerja emiten 2020 memang tidak kinclong banget, tapi juga tidak sangat buruk. Anjloknya IHSG selama beberapa waktu terakhir dan puncaknya minggu lalu, memang lebih dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor akan wabah corona yang belum mereda,” kata Piter, Senin (2/3).

Menurut dia, kekhawatiran tersebut mendorong investor memindahkan asetnya, dari aset berisiko ke aset yang lebih aman (safe haven).

“Akibatnya pasar keuangan negara-negara berkembang khususnya, termasuk Indonesia, semuanya terkoreksi dalam,” katanya.

Situasi tersebut diperkirakan akan terus berlangsung sejalan dengan virus corona yang belum bisa teratasi. Sebaliknya, jika ada sentimen positif mengenai corona, pasar keuangan global pun diprediksi akan membaik dan akan berimbas juga ke IHSG.

“Kondisi ini saya perkirakan masih akan berlangsung sepanjang virus corona belum bisa teratasi,” kata dia.

kumparan post embed

Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang juga menjelaskan, kondisi IHSG yang babak belur itu juga akibat virus corona. IHSG pun memiliki peluang untuk kembali turun hari ini.

Meski demikian, valuasi saham dinilai semakin menarik. Investor pun direkomendasikan untuk tetap melakukan transaksi, namun hal ini dilakukan secara hati-hati.

“Kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan trading harian, maka dapat fokus atas saham dari sektor bank, retail, telko (telekomunikasi) dan properti dalam perdagangan Senin ini,” jelas Edwin.

Menurut Edwin, saat IHSG turun makin tajam, harga-harga saham berada pada level rendah. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk masuk sebagai investasi.

“Saran saya karena IHSG sudah turun tajam membuat valuasi saham semakin menarik, sehingga investor bisa mulai masuk secara perlahan,” tambahnya.

kumparan post embed

Selama pekan lalu, penurunan laju pergerakan IHSG juga diikuti dengan turunnya nilai kapitalisasi pasar sebesar 7,30 persen ke posisi Rp 6.304,205 triliun dari Rp 6.800,649 trilun pada pekan perdagangan minggu lalu.

Data perdagangan selama sepekan kemarin juga ditutup bervariasi. Rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 15,60 persen atau sebesar Rp 7,068 triliun dari Rp 6,114 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian juga ikut naik sebesar 9,91 persen atau setara 6,860 triliun unit saham dari 6,241 triliun unit saham pada penutupan minggu lalu. Pada pekan ini, rata-rata frekuensi transaksi harian juga turut mengalami kenaikan sebesar 13,26 persen atau sebesar 429.943 ribu kali transaksi dibandingkan minggu lalu yang tercatat sebesar 379.618 ribu kali transaksi.