Bisnis
·
10 Maret 2021 9:21

Incar Pendapatan Rp 3,8 Triliun, Indika Energy Ekspansi Bisnis ke PLTS

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Incar Pendapatan Rp 3,8 Triliun, Indika Energy Ekspansi Bisnis ke PLTS  (452779)
searchPerbesar
RUPST Indika Energy 2018 Foto: Dok. Indika Energy
Perusahaan energi terintegrasi, PT Indika Energy Tbk, terus meningkatkan porsi pendapatan usaha dari sektor di luar bisnis batu bara. Yang terbaru, emiten berkode INDY itu akan masuk ke bisnis PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), dengan target pendapatan USD 271 juta atau setara Rp 3,8 triliun pada 2025.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Perusahaan PT Indika Energy Tbk, Adi Pramono, mengatakan perusahaan joint venture di bidang energi terbarukan listrik tenaga surya itu, dibentuk oleh anak usaha yang sepenuhnya dimiliki Perseroan. Yakni PT Indika Tenaga Baru, yang mendirikan perusahaan joint venture dengan Fourth Partner Energy Singapore Pte. Ltd.
"Di perusahaan joint venture dengan nama PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) itu, PT Indika Tenaga Baru memegang porsi 51,001 persen saham, sedangkan Fourth Partner Energy Singapore Pte. Ltd. 48,999 persen saham. Total nilai investasi EMITS adalah Rp 27,978 miliar," kata Adi dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip kumparan Rabu (10/3).
Dia menambahkan, masuknya Perseroan dalam pendirian EMITS merupakan langkah untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor energi terbarukan, terutama kegiatan usaha pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia.
Incar Pendapatan Rp 3,8 Triliun, Indika Energy Ekspansi Bisnis ke PLTS  (452780)
searchPerbesar
PLTS Gili Trawangan. Foto: Dok. Istimewa
Informasi yang dihimpun kumparan, perusahaan patungan pengembang PLTS itu siap menggelontorkan dana hingga USD 500 juta atau sekitar Rp 7 triliun untuk pengembangan listrik tenaga surya, hingga 4 tahun ke depan. Ada pun proyeksi pendapatan pada 2025 sebesar USD 271 juta.
ADVERTISEMENT
"Dari EMITS akan berkontribusi terhadap pencapaian komitmen Indika Energy untuk meningkatkan porsi pendapatan sektor non-batubara sebesar 50 persen pada 2025," ujar Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid.
Sebelumnya Indika Energy melakukan diversifikasi usaha ke sektor non-batu bara seperti membentuk dua perusahaan teknologi, yakni PT Xapiens Technology Indonesia dan PT Zebra Cross Technology.
Selain itu, Indika Energy juga menambah kepemilikan saham di perusahaan tambang Australia, Nusantara Resources Limited (NUS) dan bekerja sama dengan ExxonMobil di bisnis distribusi BBM.