Kumparan Logo

Indonesia Bakal Kebanjiran Investasi dari AS, Australia & Korsel Tahun Ini

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
 Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia terus merayu investor elite asing untuk segera menanamkan investasi di Indonesia. Bahlil baru-baru ini melancong ke Amerika Serikat (AS) untuk merayu Microsoft, Cargill hingga World Bank.

Berdasarkan catatannya, Cargill akan menanamkan investasi Rp 5,2 triliun pada tahun ini. Cargill sendiri merupakan perusahaan Multinasional dari AS yang bergerak di bidang peternakan dan pertanian.

“Dari AS cargill Rp 5,2 triliun, ground breaking mulai september Oktober 2021,” katanya saat konferensi pers virtual, Selasa (27/7).

Sayangnya, Bahlil tak membocorkan lebih detail mengenai nama perusahaan lain yang telah berkomitmen untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hanya saja, mantan Ketua Hipmi ini optimistis investasi dari Negara Paman Sam sangat besar.

“Kami belum bisa kasih data, yang kami anggap belum bisa yakini 100 persen akan jalan. Tapi ketika sudah kami yakini maka saya akan sampaikan,” lanjutnya.

kumparan post embed

Selain AS, Korsel dan Australia juga akan memeriahkan investasi pada tahun ini. Bahkan, Bahlil menyebut ketiga negara sepakat untuk merealisasikan investasinya pada akhir tahun ini.

“Namun apa perusahaannya dan berapa realisasinya nanti tunggu tanggall main,” ucapnya.

Adapun pada semester I 2021 realisasi investasi dari AS sebesar USD 800 juta, Australia sebesar USD 100 juta, dan Korea Selatan sebesar USD 1,1 miliar. Secara keseluruhan realisasi investasi pada semester I 2021 sebesar Rp 442,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 10 persen dibandingkan pencapaian sama tahun lalu sebesar Rp 402,6 triliun.

Komposisi realisasi investasi sepanjang Januari-Juni 2021 tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 228,5 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 214,3 triliun.