Kumparan Logo

Insentif Nakes Batal Disetop, Kata Sri Mulyani Dilanjutkan Sampai Akhir 2021

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua orang tenaga kesehatan beristirahat sejenak saat menunggu pasien di ruang isolasi COVID-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/6/2021).  Foto: Adeng Bustomi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Dua orang tenaga kesehatan beristirahat sejenak saat menunggu pasien di ruang isolasi COVID-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/6/2021). Foto: Adeng Bustomi/ANTARA FOTO

Pemerintah batal menghentikan insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang semula akan diakhiri pada Juni 2021. Alih-alih menghentikan bantuan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan insentif tenaga kesehatan akan diperpanjang sampai akhir 2021.

"Tadinya diputuskan (insentif) nakes akan selesai sampai Juni ini. Akhirnya kita perpanjang sampai akhir tahun. Anggaran termasuk ke dalam program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional)," kata Sri Mulyani Indrawati dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Senin (12/7).

kumparan post embed

Dia menambahkan, pihaknya telah membayarkan insentif sebesar Rp 2,9 triliun kepada 375 ribu tenaga kesehatan (nakes) pusat sejak Januari hingga 9 Juli 2021.

"Sehingga mengenai kabar nakes tidak dibayar itu hoax karena ini ada anggarannya dan telah dibayarkan," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Banggar DPR RI, di Jakarta, Senin.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengungkapkan, santunan kematian juga telah dibayarkan sebesar Rp 49,8 miliar kepada 166 nakes pusat.

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati. Foto: REUTERS/Darren Whiteside

"Tentu kita sangat sedih melihat jumlahnya dan ini menggambarkan risiko yang luar biasa," ucap Sri Mulyani.

Selain itu, akselerasi pembayaran insentif nakes daerah sebesar Rp 8,15 triliun yang telah dialokasikan melalui earmarked dana alokasi umum (DAU)/dana bagi hasil (DBH) tahun 2021 juga akan dipercepat.

kumparan post embed

"Insentif nakes daerah sudah dibayarkan beberapa, namun pemerintah daerah akan membantu akselerasinya," kata dia.

Sri Mulyani pun menjelaskan, seluruh dana tersebut berasal dari anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 yang dialokasikan sebesar Rp 699,43 triliun.

Dalam program tersebut, alokasi anggaran kesehatan ditingkatkan dari semula Rp 172,8 triliun menjadi Rp 193,9 triliun.