Israel Serang Balik Iran, BEI Minta Investor Tak Gegabah Ambil Keputusan
·waktu baca 2 menit

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau para investor untuk mengambil keputusan investasi secara rasional seiring rudal Israel menghantam Isfahan, wilayah Iran sekitar 340 km dari Teheran.
Serangan rudal Israel terhadap Iran ini berdampak pada pasar modal Tanah Air. Pada perdagangan pukul 10.44 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,69 persen atau 121,012 poin ke level 7.045,802.
Menanggapi penyebab IHSG turun, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyebut investor tentu mencermati dinamika geopolitik di Timur Tengah dan mengantisipasi dampaknya.
“Dari BEI kami selalu mengimbau para investor untuk mengambil keputusan investasi secara rasional,” kata Jeffrey kepada kumparan, Jumat (19/4).
Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan IHSG merosot pada Selasa (16/4) akibat peningkatan tensi politik antara negara-negara Timur Tengah pasca serangan lebih dari 300 drone dan rudal oleh Iran ke Israel pada Sabtu (13/4) waktu setempat.
Serangan Israel terjadi selang beberapa hari usai serangan serupa dari Iran. Saat itu Iran menyerang Israel lewat drone dan ratusan rudal.
Sehari sebelum menyerang Iran, Israel telah mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa akan membalas Iran dalam beberapa hari mendatang. Menurut seorang pejabat AS, hal itu disampaikan Israel pada Kamis (18/4) pagi.
Israel memperingatkan pemerintahan Biden bahwa serangan akan dilakukan dalam 24 hingga 48 jam ke depan.
