Kumparan Logo

Kabar Baik: RI Ekspor 14,4 Ton Bunga Pala ke India di Masa Pandemi Virus Corona

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kantor Karantina Pertanian Manado melakukan fumigasi bunga pala sebelum diekspor ke India. Foto: Guido Merung/ ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Karantina Pertanian Manado melakukan fumigasi bunga pala sebelum diekspor ke India. Foto: Guido Merung/ ANTARA

Ada kabar baik dari sektor pertanian di tengah masa pandemi virus corona di Indonesia, yakni ekspor bunga pala ke India. PT GIP mengekspor sebanyak 14,4 ton bunga pala senilai Rp 4,7 miliar. Ini merupakan ekspor yang ke-50 kalinya.

Untuk memastikan produk bunga pala yang diekspor memenuhi kualitas yang ditentukan pembeli, Karantina Pertanian Manado melakukan fumigasi 14,4 ton bunga pala atau fuli asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tersebut.

"Sebelum dikapalkan ke India, memeriksa komoditas fuli sebanyak 14,4 ton senilai Rp4,7 miliar milik PT GIP dan melakukan fumigasi menggunakan fosfin (PH3),"kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan di Manado, Senin (29/6).

Tujuan utama dari fumigasi, kata Donni untuk menyucihamakan komoditas sehingga tidak ada serangga yang ikut dilalulintaskan, hal ini merupakan persyaratan dari negara tujuan sehingga dapat diterbitkan phytosanitary certificate (PC).

Ini adalah kegiatan ekspor bunga pala kelima puluh kalinya, dihitung berdasarkan jumlah PC yang diterbitkan Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Manado sepanjang tahun ini, tambah Donni.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamali melepas 10 komoditas ekspor di Bandara Soetta, Tangerang. Foto: Elsa Olivia/kumparan

Dibukanya kembali pembatasan akibat pandemi COVID-19 secara bertahap, memberi angin segar bagi geliat ekspor pertanian, termasuk komoditas unggulan asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tersebut, dimana daerah ini merupakan salah satu sentra penghasil bunga pala terbesar di kawasan timur Indonesia.

Donni seperti dikutip dari Antara, menambahkan dalam melakukan pemeriksaan pihaknya mengikuti protokol sebagaimana penerapan normal baru, dengan harapan semoga ekspor dapat lebih bergairah.

Berdasarkan data sistem perkarantinaan, IQFAST, komoditas bunga pala yang berhasil diekspor Januari-Juni 2020 mencapai 78,9 ton senilai Rp412 miliar mengalami peningkatan 21,78 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya hanya Rp265 miliar.

Negara tujuan ekspor, selain India, juga beberapa negara Timur Tengah dan benua Eropa yang akan menggunakannya sebagai bahan dasar pembuatan mulai makanan, minuman, kosmetik hingga parfum.