Kumparan Logo

Kadin Nilai Pengendalian Pandemi Adalah Kunci Pemulihan Ekonomi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Kamdani. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Kamdani. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Pelaku usaha menilai pandemi virus corona tidak akan usai. Hidup bersama virus corona bisa jadi opsi untuk mempercepat pemulihan ekonomi ke depan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani menjelaskan, pengendalian pandemi menjadi kunci pemulihan ekonomi.

Ada dua kemungkinan yang telah dipersiapkan pelaku usaha dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Pertama pengendalian virus hingga tak ada lagi varian baru.

Kedua, masyarakat akan hidup berdampingan dengan virus corona selagi berubah status menjadi endemi.

“Kita sudah memikirkan bagaimana antara pandemi dan endemi ya. Kalau kita bisa hidup dengan pandemi ini menjadi endemi, mungkin ini juga bisa membantu kita untuk mempercepat pemulihan,” kata Shinta dalam webinar HSBC Summit 2021, Rabu (25/8).

kumparan post embed

Wanita yang mengenyam pendidikan di Harvard Business School Executive Education, Boston-Massachusetts AS ini, mengaku sektor usaha kecil dan menengah telah kehabisan modal akibat pandemi sejak tahun lalu.

Sektor yang paling mendongkrak perekonomian nasional ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali ‘sehat’. Ia pun berharap pemulihan ekonomi dapat berjalan lancar.

Ia juga tak mengelak jika stimulus dari pemerintah lumayan membantu beban pelaku usaha. Namun demikian, hal itu belum mampu menutupi kerugian yang telah diderita pengusaha sejak awal pandemi.

Ilustrasi Bank HSBC. Foto: Tyrone Siu/Reuters

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Francois De Maricourt, mengatakan bahwa konsumsi domestik yang kuat dan permintaan global yang kembali meningkat, akan memperkuat stimulus jangka pendek. Dalam jangka panjang, lanjutnya, Indonesia akan meraih manfaat dari rancangan ekonomi baru yang diciptakan oleh reformasi, seperti peraturan investasi dan iklim usaha.

“Indonesia berhasil memposisikan diri dengan baik untuk bangkit dari COVID-19 dan memulai kembali pertumbuhan ekonomi yang pesat,” jelas Francois.

Meski demikian, menurutnya ada tiga hal penting yang harus ditangani untuk memaksimalkan momentum pemulihan ekonomi, yaitu investasi yang berkelanjutan, transformasi dalam penyederhanaan regulasi, dan konektivitas digital.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan Indonesia di masing-masing bidang tersebut yakni, pemangku kebijakan dan bisnis harus fokus dan memastikan bahwa kombinasi ekonomi yang berkelanjutan dan hasil investasi Indonesia menjadikan Indonesia tujuan yang menarik bagi permodalan global.

Selanjutnya, pemerintah diminta untuk terus menciptakan ekosistem yang memungkinkan e-commerce dan konektivitas digital berkembang pesat. Indonesia juga erus berfokus pada langkah-langkah untuk mengurangi hambatan non tarif, seperti perjanjian perdagangan bebas yang baru ditandatangani Indonesia, akan memberikan manfaat dan menjadi panutan bagi kawasan ASEAN.

Joseph Incalcaterra, Chief Economist ASEAN, HSBC Global Research, mengatakan bahwa kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, harus menghadapi tantangan besar akibat pandemi dan ketidakpastian ekonomi global. Caranya yakni mempercepat distribusi vaksin dan terus melakukan reformasi ekonomi.

“Indonesia dapat membangun landasan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Kami semakin optimis dnegan prospek pemulihan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ini,” kata dia.

Francois menuturkan bahwa Indonesia telah berupaya untuk melakukan transformasi iklim usahanya agar lebih ramah bagi investor. “Jika Indonesia terus menjalankan ini dengan disiplin, maka Indonesia akan terlihat semakin menarik bagi investor mancanegara,” tambahnya.

kumparan post embed