KAI Optimalkan Aset Tanah dan Bangunan di Jawa hingga Sumatera Rp 1,02 T
·waktu baca 3 menit

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan optimalisasi aset tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Jawa hingga Sumatera. Hingga Agustus 2022, KAI melakukan penertiban asetnya berupa tanah seluas 527.952 meter persegi (m2) dan bangunan seluas 37.147 m2 di wilayah kerjanya seperti di DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Jawa Tengah.
"Bangunan yang telah ditertibkan yaitu berupa kios, rumah perusahaan, bangunan dinas, dan bangunan liar. Melalui penertiban tersebut, KAI telah menyelamatkan asetnya senilai Rp 1,02 triliun," ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangannya, Selasa (18/10).
Atas membaiknya kinerja KAI tersebut, KAI menghasilkan laba bersih pada semester I 2022 sebesar Rp 740 miliar, atau tumbuh 254 persen dibanding semester I 2021 yang minus Rp 480 miliar. Di samping itu, KAI juga terus membukukan kinerja EBITDA yang positif yakni sebesar Rp 2,07 triliun atau tumbuh signifikan jika dibandingkan periode semester I 2021 sebesar Rp 548 miliar.
“Bangkitnya kinerja KAI ini sejalan dengan strategi, harapan, dan aspirasi Kementerian BUMN yang menginginkan perusahaan agar dapat bertahan dan semakin kuat di tengah krisis kesehatan dan ekonomi akibat COVID-19 ini,” jelasnya.
Didiek mengatakan, KAI merupakan salah satu BUMN yang memperlihatkan inovasi, yakni terbukti mampu bertahan dari guncangan pandemi dan bahkan bangkit kembali menjadi andalan dalam melayani transportasi jarak dekat maupun jarak jauh.
“Kebangkitan KAI melawan pandemi merupakan buah dari konsistensi penerapan nilai-nilai utama Kementerian BUMN kepada seluruh insan KAI yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (AKHLAK). Insan KAI harus mengutamakan AKHLAK sebagai pedoman agar dapat memberikan layanan yang sepenuh hati dan senantiasa menjalankan amanah dengan baik,” katanya.
Selama pandemi, KAI juga membatasi jumlah maksimal pelanggan di dalam kereta. Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 juga KAI lakukan dengan optimal melalui penerapan protokol kesehatan ketat di stasiun dan kereta api, mulai dari pengecekan suhu tubuh, wajib masker, hingga menjaga jarak antar pelanggan.
“Masa sulit akibat pandemi tidak membatasi KAI untuk memberi kontribusi lebih kepada bangsa. Pada periode awal pandemi, misalnya, KAI telah membagikan 10.000 voucher tiket kereta api jarak jauh secara cuma-cuma kepada guru dan tenaga kesehatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. KAI juga memberikan bantuan senilai Rp 328 juta untuk porter stasiun yang terdampak pandemi,” kata Didiek.
KAI mencatat volume pelanggan KA pada semester I 2022 yaitu 119,8 juta pelanggan, naik 42 persen dibanding Semester I 2021 sebanyak 84,1 juta pelanggan.
Volume pelanggan pada semester I 2022 didominasi oleh pelanggan KRL di wilayah Jabodetabek yang jumlahnya mencapai 89,9 juta pelanggan. Kenaikan ini ditunjang oleh meredanya pandemi COVID-19, tingkat vaksinasi yang semakin membaik, dan relaksasi persyaratan perjalanan di awal tahun 2022.
Tak hanya angkutan penumpang, sektor angkutan barang KAI pun menunjukkan kinerja yang positif pada semester I 2022. KAI mengangkut sebanyak 26,7 juta ton barang, naik 15 persen dibanding semester I 2021, di mana KAI mengangkut sebanyak 23,2 juta ton barang.
"Secara umum, peningkatan ini juga dipengaruhi oleh faktor pandemi yang semakin mereda, sehingga iklim usaha pun turut membaik," tambahnya.
