Kartika Wirjoatmodjo Janji BUMN Kakap Tetap Royal Bagi Dividen

8 Desember 2022 8:56
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Dok. PT INKA
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo. Foto: Dok. PT INKA
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, berjanji akan lebih royal membagi dividen bagi para investor, khususnya dari BUMN-BUMN yang memiliki kapitalisasi pasar besar. Hal itu juga berlaku untuk PT Telkom Indonesia Tbk (Persero), meski mengalami unrealized loss dari investasinya di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
"Untuk Telkom seperti kita tahu, karena ada unrealized loss dari penurunan nilai saham investasi, kita akan adjust DPO (Dividen Payout Ratio)-nya supaya nanti secara dividen yield tetap setara dengan dividen yield tahun-tahun sebelumnya," katanya dalam paparan di hadapan analis, investor, dan pimpinan media di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (7/12).
Unrealized loss terjadi ketika nilai aset investasi menurun, namun belum nyata jadi sebuah kerugian karena aset tersebut belum dijual.
Mengutip laporan keuangan Telkom, pada 2021 lalu perusahaan menebar dividen sebesar Rp 14,86 triliun. Angka itu mencerminkan dividen payout ratio sebesar 60 persen dari laba bersih. DPO Telkom di 2021 menurun dibandingkan 2020 yang sebesar 80 persen atau nilainya mencapai Rp 16,64 triliun.
"Jadi ini policy kita [di Telkom] akan lebih fleksibel di PO (payout) tapi kita akan aim untuk lebih men-drive menyamakan dividen ratio di tahun-tahun sebelumya," imbuh pria yang akrab disapa Tiko itu.
Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (Kiri) dan Dirut Telkom Ririek Adriansyah di acara Breakfast with Telkom: Facing 2023 with Strong Fundamental, Rabu (7/12). Foto: Dok. Telkom
zoom-in-whitePerbesar
Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo (Kiri) dan Dirut Telkom Ririek Adriansyah di acara Breakfast with Telkom: Facing 2023 with Strong Fundamental, Rabu (7/12). Foto: Dok. Telkom
"Terlepas dari berbagai rumor dan kejatuhan saham GOTO yang harus kita sikapi saat ini tentunya prospek saham Telkom ke depan masih sangat baik,"
-Kartika Wirjoatmodjo, Wamen BUMN II-
Emiten dengan kode TLKM tersebut, mengantongi laba bersih senilai Rp 16,58 triliun di kuartal III 2022. Laba tersebut turun 12,13 persen dari kuartal III 2021 (yoy) yang sebesar Rp 18,87 triliun.

BUMN Kakap akan Royal Bagi Dividen

Dia menambahkan, kebijakan umum di BUMN adalah tetap memberikan dividen yang tinggi bagi pemegang saham. Hal itu berlaku untuk BUMN yang meraup laba besar dan memiliki kapitalisasi pasar kakap.
"Untuk policy dividen, kita maintain untuk beberapa perusahaan besar kita tetap di high yield ratio," ujar Tiko yang juga menjabat Komisaris Utama BRI.
Dia mencontohkan BRI punya laba bersih tinggi dan likuiditas yang sangat baik. Hingga kuartal III 2022, bank itu meraup laba bersih hampir Rp 40 triliun. Demikian juga dengan Bank Mandiri, yang menurutnya punya porsi pembayaran dividen hingga puluhan persen dari laba bersihnya.
"Itu secara umum di BUMN, tetap policy kita untuk perusahaan yang profitable dan likuid dan ada free cashflow kita akan coba untuk dorong DPO. Jadi dari sisi porsi penerimaan negara harus cukup tinggi, tapi juga harus inline dengan interest minority shareholder," pungkas Kartika Wirjoatmodjo.