Kata Erick Thohir soal Nyapres di 2024 dan Presiden 3 Periode

Nama Erick Thohir termasuk salah satu yang ramai diperbincangkan sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024. Apalagi di beberapa survei, Menteri BUMN itu disebut sebagai salah satu anggota kabinet Presiden Jokowi dengan kinerja terbaik.
Menanggapi hal itu, Erick Thohir mengaku tak mau fokusnya dalam mengurus tugas dari Presiden Jokowi terganggu. Apalagi situasi saat ini sedang serba susah.
"Kalau menurut saya, hari ini semua lagi susah. Pandemi masih terjadi, ekonomi masih minus lho. Kita mikir yang simpel-simpel aja, kita kerjain yang ada dulu ya," kata Erick Thohir menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier, dikutip kumparan Rabu (2/6).
Dalam tayangan di akun Youtube, mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu, juga mengungkapkan pandangannya soal wacana Presiden 3 Periode.
"Saya rasa demokrasi indonesia itu sudah terjadi. Kalau kita bicara yang namanya tadi, (presiden) seumur hidup, kayaknya berat. Tapi kalau beliau (Jokowi) 3 periode, enggak pernah dengar dari beliau langsung," ujarnya.
Tapi Erick Thohir berpendapat, jabatan Presiden 3 Periode belum tentu jelek. Menurutnya, hal itu harus dilihat dari situasi masing-masing. "Dan saya yakin, Bapak Presiden pasti sama (dengan saya), 'Yang ini aja belum selesai, kok mau mikirin yang nanti'," imbuh Erick Thohir.
Karenanya pemilik Mahaka Group itu mengaku akan tetap fokus pada pekerjaan yang ditugaskan Presiden Jokowi kepadanya. Baik memperbaiki BUMN dalam kapasitas sebagai Menteri BUMN, maupun menangani masalah COVID-19 dan dampak pandemi sebagai Ketua Pelaksana KPC PEN.
"Jadi gini lah, ayo fokus kerja yang ada dulu. Kita jangan melihat hal-hal yang tadi lah (Capres) ya," tandasnya.
Dia mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan. Seperti soal ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan kesehatan, serta bagaimana membangun edukasi ke masyarakat, memberi kesempatan kerja, membangun UMKM.
"Ini yang menjadi tantangan serius. Tapi bukan kayak tadi, bukan omong-omong doang. Bisa enggak diimplementasi?" pungkas Erick Thohir.
