Kumparan Logo

Kata Jokowi Enak Sekali BUMN Sakit Disuntik PMN, Seperti Apa Faktanya?

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada 20 Direktur Utama BUMN di Labuan Bajo, NTT, Kamis (14/10). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada 20 Direktur Utama BUMN di Labuan Bajo, NTT, Kamis (14/10). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi menyinggung BUMN 'sakit' yang kerap disuntik dana oleh pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Tapi dari penelusuran kumparan, fakta-nya tidak demikian.

Sebagaian besar PMN yang diberikan pemerintah setidaknya di 2021 serta pada 2022 mendatang, disalurkan untuk mendukung BUMN menjalankan berbagai penugasan dari pemerintah sendiri.

Sementara menurut Jokowi, pemberian PMN itu terlalu enak buat BUMN. Padahal dirut BUMN adalah orang-orang pintar yang dipilih melalui seleksi ketat, untuk membenahi BUMN.

"Kalau yang lalu-lalu, BUMN terlalu keseringan kita proteksi. Tiap sakit, tambahin PMN. Sakit, kita suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali," kata Jokowi di hadapan jajaran Kementerian BUMN dan sejumlah petinggi BUMN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (15/10).

Fakta PMN untuk BUMN di 2021 dan 2022

Ilustrasi Asuransi Jiwasraya. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Meski dikritik Presiden Jokowi, namun Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN pada tahun anggaran 2022, telah disetujui DPR. Suntikan dana pemerintah ke BUMN itu total sebesar Rp 72,44 triliun.

"Saya baru dapat infonya dari Banggar DPR, mereka sudah ketok setujui untuk tambahan PMN ini. Jadi sudah masuk di klaster cadangan investasi di APBN," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9).

Demikian juga PMN di 2021 ini telah disetujui DPR, bahkan ada dua BUMN yang mendapat tambahan PMN yakni Hutama Karya (Rp 9 triliun) dan Waskita Karya (Rp 7,9 triliun).

Menurutnya, PMN merupakan salah satu instrumen yang dibutuhkan BUMN dalam menjalankan penugasan pemerintah. Apalagi, lanjut Erick, nilai PMN yang diberikan jauh lebih kecil daripada kontribusi yang diberikan BUMN kepada negara.

Daftar 8 BUMN Penerima PMN 2021

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

No.
BUMN
Nilai PMN (Rp Miliar)
Penugasan Pemerintah
1.
IFG/BPUI
20.000
Penyelesaian Jiwasraya
2.
Hutama Karya
6.200 + 9.000
Tol Trans Sumatera
3.
Pelindo
1.200
Pembangunan Pelabuhan Benoa
4.
ITDC
470
Infrastruktur Labuan Bajo
5.
KI Wijayakusuma
977
Kawasan Industri (KI) Batang
6.
PLN
5.000
Infrastruktur Kelistrikan
7.
Waskita Karya
7.900
Restrukturisasi dan Proyek Tol
8.
PAL
1.260
Proyek Kapal Selam
Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru Padang, ruas Pekanbaru Bangkinang, di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Rabu (19/5). Foto: Dok. Agus Suparto

Komisi VI DPR memberi catatan, agar PMN tersebut tidak digunakan untuk menutup kerugian. Tapi dalam kenyataannya, beberapa BUMN penerima PMN memang merugi, karena menjalankan tugas pemerintah sehingga cashflow mereka minus.

"Kami setuju dengan catatan bahwa penggunaan tersebut tidak untuk tambal sulam menutup kerugian yang diakibatkan oleh missed manajemen. Jadi kalau bersifat penugasan dan lain sebagainya kami paham, setuju. Tapi kalau untuk menutup lubang dari missed manajemen BUMN, saya rasa ini tidak bisa kita terima atau pahami," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, Martin Manurung kepada kumparan, Senin (19/7).

Daftar 12 BUMN Penerima PMN 2022

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 12 data

No.
BUMN
Nilai PMN (Rp Miliar)
Penugasan Pemerintah
1.
Hutama Karya
31.350
Tol Trans Sumatera
2.
Aviata
9.318
Penguatan Modal, Restrukturisasi
3.
PLN
8.231
Pendanaan Infrastruktur
4.
BNI
7.000
Penambahan Modal
5.
KAI
4.100
Kereta Cepat, PSO
6.
Waskita Karya
3.000
Penguatan Modal, Restrukturisasi
7.
BPUI/IFG
2.000
Penyelesaian Jiwasraya
8.
Adhikarya
2.000
Proyek Strategis Nasional (Jalan Tol)
9.
Perumnas
2.000
Program Sejuta Rumah/Rumah Subsidi
10.
BTN
2.000
Program Sejuta Rumah/Rumah Subsidi

1 - 10 dari 12 baris