Kata Sri Mulyani Resesi Pasti Terjadi, Ini Cara Orang Terkaya Menghadapinya

Menteri Keuangan Sri Mulyani menguatkan proyeksi bahwa Indonesia akan mengalami resesi akibat pandemi virus corona. Hal itu disampaikan, setelah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2020 akan ada di posisi minus 2,9 persen.
Pertumbuhan ekonomi minus sebelumnya terjadi di kuartal II 2020, yakni minus 5,3 persen. Dengan dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi negatif, maka Indonesia masuk dalam jurang resesi.
"Kemenkeu melakukan revisi forecast September ini, yang sebelumnya tahun ini minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen, forecast terbaru kita untuk 2020 pada kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers online APBN KiTa, Selasa (22/9).
Lantas, apa yang harus dilakukan dalam menghadapi resesi ekonomi? Setiap orang tentu akan merespons sesuai dengan posisi dan kapasitasnya. Salah satu orang terkaya dunia yang juga pendiri perusahaan investasi Bekshire Hathaway, Warren Buffett, menjadi perhatian banyak kalangan di situasi krisis seperti ini. Orang melihat yang dilakukan Buffett dan menjadikannya sebagai panduan.
Main Aman
Lawrence A. Cunningham, salah seorang penulis buku tentang Warren Buffett, menyatakan dalam situasi seperti ini banyak orang merindukan kepastian. Padahal pandemi virus corona telah menimbulkan ketidakpastian. Dalam situasi seperti ini, tentu yang paling minim risiko adalah mengambil keputusan-keputusan ekonomi yang paling aman. Tapi berkaca pada krisis finansial global 2008-2009, Berkshire Hathaway milik Warren Buffet justru banyak melakukan investasi, karena banyak produk investasi dijual murah.
Jangan Panik
Krisis kesehatan dan ekonomi yang terjadi sekaligus seperti saat pandemi virus corona ini, sangat jarang terjadi. Dikutip dari Marketwatch, Buffett sekalipun melihat ini sebagai krisis yang parah. Tapi menurutnya, menghadapi situasi seperti ini tak bisa dengan kepanikan. Di balik setiap kesulitan, selalu ada peluang. Hanya orang yang tenang yang dapat melihat peluang tersebut.
Pahami Situasi
Risiko terbesar dari situasi krisis bahkan resesi, adalah ketika mengambil keputusan tanpa memahami keadaan. Karenanya Warren Buffett menyarankan untuk memahami situasi, sehingga keputusan-keputusan ekonomi dan bisnis dilakukan dengan penuh perhitungan akan risiko yang mungkin terjadi. Tentu saja yang namanya investasi ada risiko rugi, namun kalau pun itu terjadi sudah bisa diperkirakan sebelumnya.
