Kemendag Prediksi Harga Telur Ayam Mulai Normal Usai Tahun Baru
ยทwaktu baca 2 menit

Kementerian Perdagangan (Kemendag) merespons adanya kenaikan harga komoditas telur ayam di pasar tradisional yang saat ini sudah mencapai Rp 31.000 per kilogram (kg). Harga tersebut naik 30 persen dari harga normal yaitu sekitar Rp 20.000-Rp 25.000 per kg.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan, memprediksi harga telur ayam masih akan tinggi hingga tahun baru. Harga komoditas tersebut akan normal kembali di pertengahan Januari 2022.
"Minggu ke-2 Januari, mudah-mudahan kembali (normal)," ujar Oke kepada kumparan, Jumat (24/12).
Oke menjelaskan penyebab meroketnya harga telur ayam di pasaran karena momentum Nataru. Selain itu, ada imbas dari upaya pemerintah karena jatuhnya harga telur di tingkat peternak mulai Juli 2021 lalu.
"Momentum Nataru, masih menjadi upaya menutupi kerugian peternak setelah 4 bulan mulai Juli yang tergerus karena jatuhnya harga telur akibat pandemi karena penutupan Horeka (hotel, restoran, kafe)," kata dia.
Berdasarkan pantauan kumparan di Pasar Jaya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (24/12), beberapa pedagang telur ayam mengeluhkan kenaikan harga komoditas tersebut yang membuat sulitnya mendapatkan pembeli.
"Konsumen pada kaget, awalnya mau beli jadi pada enggak mau beli. Pada mengira harganya sengaja dinaikin. Jadi berkurang 50 persen pembelinya, kalau omzet berkurang paling 20 persen," jelas Arif, salah satu pedagang telur ayam di Pasar Jaya.
Dilansir dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga telur ayam negeri di pasar tradisional seluruh Indonesia per 16 Desember 2021 mencapai Rp 26.200 per kilogram.
Sementara di Info Pangan Jakarta, harga telur ayam ras rata-rata hari ini mencapai Rp 29.086 per kg. Di Pasar Palmerah Jakarta bahkan harga telur ayam mencapai Rp 32.000 per kg.
