kumparan
4 November 2019 14:52

Kenaikan Cukai Rokok Diprotes Petani Tembakau, Ini Tanggapan Bea Cukai

Asosiasi Petani Tembakau indonesia demo di kemenkeu
Asosiasi Petani Tembakau indonesia (apti) jawa barat lakukan aksi unjuk rasa di kantor kementerian keuangan. Foto: Elsa Olivia Karina L Toruan/kumparan
Pemerintah telah mengesahkan aturan kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau rokok. Rata-rata, kenaikan cukai rokok ini sebesar 21,55 persen dan mulai berlaku di 1 Januari 2020.
ADVERTISEMENT
Selain cukai rokok, pemerintah juga akan menaikkan Harga Jual Eceran (HJE) rokok di kisaran 35 persen pada tahun 2020. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 18 Oktober 2019.
Namun, aturan itu justru menuai protes dari kalangan petani tembakau. Bahkan, sejumlah petani tembakau asal Jawa Barat melakukan aksi protes di kantor Kementerian Keuangan siang ini, Senin (4/11).
Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kemenkeu Heru Pambudi menyebut, kenaikan cukai rokok tersebut bukanlah hal yang luar biasa. Sebab, meski kenaikan rata-ratanya sebesar 21,55 persen, namun kenaikan cukai rokok untuk tiap jenis golongan bervariasi.
ADVERTISEMENT
“ Untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) kan kenaikan cukai nya mulai dari 10 persen. Kalau dilihat daftarnya itu variatif. Pemerintah betul-betul telah memperhatikan kemampuan antar-golongan,” katanya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/11).
Heru memastikan, kenaikan cukai rokok jenis SKT ini berbeda dengan rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM). Menurutnya, kenaikan cukai rokok SKT merupakan yang terendah dibanding jenis lainnya.
Bea Cukai berhasil amankan rokok ilegal dan elektrik tanpa pita cukai
Barang bukti rokok yang ditindak oleh Bea Cukai di Kantor Ditjen Bea Cukai, Jakarta Timur, Jumat (25/10/2019). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Melalui kebijakan ini, lanjutnya, pemerintah telah melakukan harmonisasi antara kepentingan petani, industri, penerimaan negara, dan kesehatan.
“Tugas kami itu tadi, menyeimbangkan empat faktor tadi. Mudah-mudahan ini yang terbaik,” tambah Heru.
Heru menambahkan, kenaikan cukai memang berlaku setiap tahun, sehingga ini bukan hal yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
“Kan setiap tahun juga naiknya di kisaran 10 persen. Jadi ini bukan hal yang luar biasa dan kita juga selama ini tidak mendengar ada gejolak yang luar biasa. Kami akan terus mengkomunikasikan dengan industri dan asosiasi. Sejauh ini berjalan dengan baik,” tambahnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan