Komisi V DPR RI Dorong Proyek DDT Bekasi-Cikarang Jadi Prioritas
·waktu baca 2 menit

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyoroti proyek jalur Double-Double Track (DDT) pada segmen Bekasi-Cikarang yang ramai dibicarakan usai kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Menurutnya, proyek tersebut memang harus menjadi prioritas.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga sudah berkomitmen untuk memprioritaskan pembangunan jalur DDT segmen Bekasi-Cikarang usai terjadinya kecelakaan tersebut.
“Iya kita akan prioritaskan DDT terkhusus wilayah operasi Jabodetabek. Termasuk soal persinyalan,” kata Lasarus kepada kumparan, Kamis (30/4).
Ia juga menjelaskan bahwa dorongan terhadap proyek jalur DDT bukanlah hal baru. Menurutnya, hal itu sudah menjadi perhatian dan didorong oleh Komisi V sejak lama.
“Kita sudah mendorong lama (DDT tersebut), terkait pengembangan kereta api secara menyeluruh terutama untuk wilayah yang padat penduduknya seperti Pulau Jawa,” ujarnya.
Meski demikian, ia menjelaskan kejelasan dari rencana pembangunan jalur DDT tersebut selama ini memang sangat bergantung pada skala prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Hal ini sangat tergantung dari skala prioritas dari pemerintah karena menyangkut anggaran,” kata Lasarus.
Adapun Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan nantinya percepatan proyek DDT itu menjadi bagian dari evaluasi atas insiden kecelakaan yang terjadi.
Dudy menjelaskan, pengembangan DDT segmen Bekasi-Cikarang juga bakal terintegrasi dengan program elektrifikasi jalur hingga Cikampek. Ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan kereta, khususnya KRL.
"Berkaitan dengan elektrifikasi, itu sudah merupakan bagian daripada evaluasi kami terhadap layanan KAI, khususnya yang KRL," ujarnya.
Nantinya, pendanaan pembangunan DDT pada segmen tersebut juga tidak sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagian pembiayaan akan melibatkan investasi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Saat ini, jalur DDT yang telah beroperasi baru mencakup segmen Jatinegara-Bekasi. Pada lintasan tersebut, jalur kereta api jarak jauh (KAJJ) dan KRL sudah dipisahkan sehingga mampu menekan risiko gangguan perjalanan.
Proyek DDT dirancang menghubungkan Stasiun Manggarai hingga Cikarang. Namun, pembangunan masih berlangsung di segmen Manggarai-Jatinegara, termasuk pengembangan Manggarai Ultimate yang kini kembali dilanjutkan. Sementara itu, segmen Bekasi-Cikarang belum mulai dikerjakan.
