Libra, Uang Digital Milik Facebook Masih Terganjal Masuk Inggris

Financial Conduct Authority (FCA) atau semacam OJK Indonesia di Inggris, menilai belum ada informasi yang cukup detail soal uang digital milik Facebook, Libra. Dengan alasan itu, FCA memastikan Libra tak akan bisa masuk inggris sebelum mengantungi izin.
"Mereka (Libra) tidak akan berjalan tanpa melalui otorisasi," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar FCA, Andrew Bailey kepada parlemen Inggris.
Menurutnya, ketiadaan informasi yang detail dan memadai, membuat konsep operasi Libra belum dipahami. Padahal uang digital Facebook itu, berpotensi digunakan secara meluas. “Sehingga adanya informasi yang detail sangat penting, untuk merumuskan kebijakan yang bisa melindungi kepentingan publik,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters.
Selain FCA, keberadaan Libra yang rencananya akan mulai diluncurkan pada 2020 mendatang ini juga mendapat perhatian serius dari Bank Sentral Inggris (Bank of England) dan Menteri Keuangan Inggris.
Banyak ahli melihat langkah Facebook meluncurkan Libra, akan menjadi validasi dari kebangkitan mata uang digital. Libra juga tak serta-merta dapat disamakan dengan Bitcoin, meskipun sama-sama disebut uang digital.
Ada beberapa perbedaan mendasar antara Libra dan Bitcoin. Salah satu yang perlu dipahami adalah konsep dari Libra dan Bitcoin yang masing-masing mirip dengan uang tradisional dan emas.
Para ahli menyebutkan konsep dari Libra seperti mata uang tradisional yang didigitalkan. Libra memiliki nilai yang sama dengan rupiah, dollar AS, yen, euro, dan mata uang lainnya di dunia ini.
Sementara, Bitcoin adalah konsep emas yang didigitalkan. Orang harus melakukan penambangan untuk mendapatkannya, bisa juga dengan transaksi mirip jual-beli emas.
