Kumparan Logo

Luhut Sebut Oksigen Sudah Tak Masalah, Dibantu BUMN dan Impor

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Tengah), meresmikan pabrik pertama yang memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia. Foto: Harita Group
zoom-in-whitePerbesar
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Tengah), meresmikan pabrik pertama yang memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia. Foto: Harita Group

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengeklaim masalah oksigen untuk pasien COVID-19 sudah tidak menjadi masalah lagi. Sebab, sudah dibantu sejumlah BUMN, serta akan ada pasokan dari impor.

Luhut mengakui pasokan oksigen sempat menjadi masalah karena kebutuhannya meningkat. Namun, kini sudah ditata Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan BUMN untuk impor dari luar negeri.

kumparan post embed

"Sekarang sudah ditata lebih baik oleh Kemenkes, dibantu Kementerian PUPR, dan BUMN, sehingga dalam minggu akhir ini mestinya sudah enggak ada masalah," kata dia dalam konferensi pers daring, Senin (12/7).

Menko Maritim dan Investasi itu menjelaskan, pemerintah sudah memproses impor 40 ribu ton oksigen likuid. Sebenarnya jumlah ini tidak semuanya dibutuhkan, namun tetap dipesan untuk berjaga-jaga karena kasus corona di dunia kembali naik.

Ilustrasi tabung oksigen. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Selain itu, menurutnya, Presiden Jokowi juga sudah setuju untuk mengimpor oksigen konsentrator, demi mengurangi penggunaan oksigen likuid. Jumlahnya sekitar 50 ribu tabung. Sementara saat ini di dalam negeri hanya ada 10 ribu tabung.

"Ini akan kita bagikan untuk digunakan pada kasus-kasus yang ringan dan kita pinjamankan mungkin ke rumah-rumah. Kalau kasus ini selesai, bisa diambil. Ini ada lima liter dan bisa digunakan lima hari. Kalau kasus selesai, tabung bisa dibagikan ke rumah sakit," ujar Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan memperbanyak pasokan oksigen. Untuk impor, Kementerian Perindustrian sudah mengizinkan 600-700 ton per hari oksigen likuid.

"Kita juga dibantu perusahaan besar di sektor industri, sekitar 360 sampai 400 ton per hari yang juga dikoordinasikan Kemenperin. Akan kita pakai," katanya.

Lalu, pemerintah juga akan impor banyak oksigen konsentrator. Menurutnya, oksigen jenis ini adalah alat kecil seharga USD 600-800 yang bisa dipasang di rumah sakit dan rumah-rumah untuk memproduksi oksigen.