Kumparan Logo

Manggarai Jadi Stasiun Transit, Hunian dan Pasar Kaget Bakal Dirapikan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (8/6/2022). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (8/6/2022). Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakalan membuat Stasiun Manggarai jadi kawasan berorientasi transit (TOD). Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan kota ketahanan yang berbasis transit dan digital, sehingga perlu dilakukan penataan pasar dan hunian di sekitarnya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Ruang Kota Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta, Merry Morfosa, menjelaskan akan menyiapkan beberapa kawasan potensial yang memiliki jalur transportasi massal untuk menjadi kawasan berorientasi transit. Manggarai yang digadang-gadang jadi stasiun sentral, masuk dalam list penataan tersebut.

"Salah satunya Stasiun Manggarai, kita jadikan pusat pelayanan," ujar Merry dalam FGD: Perencanaan Penataan Operasional Stasiun Manggarai, Rabu (29/6).

Merry menjelaskan, dalam rencana detail tata ruang yang akan disahkan tercatat Stasiun Manggarai akan dijadikan pusat pelayanan utama. Ia menambahkan, pusat pelayanan ini nantinya bakal meliputi pelayanan sosial dan ekonomi berbasis transit.

"Sudah kita arahkan Stasiun Manggarai sebagai pusat pelayanan yang berbasis transit. Skalanya pun skala kota kalau dari sisi tata ruang, itu sudah kita kasih ruang untuk pengembangan kawasan Manggarai," jelas Merry.

Tidak hanya itu, mereka juga akan melihat potensi apa yang ada di sekitar Stasiun Manggarai. Sebab, sarana dan prasarana yang ada di Stasiun Manggarai harus dalam kondisi mumpuni agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik

Merry menambahkan, untuk mengembangkan Kawasan Manggarai, semua pihak tidak boleh melihatnya dari sisi sebagai Stasiun Manggarai. Tetapi, bagaimana kawasan yang berada di sekitarnya mampu menunjang Kawasan Manggarai sebagai kawasan yang berorientasi transit.

Sementara itu, Kawasan Manggarai sudah didukung oleh transportasi massal, seperti MRT, LRT, Kereta Jarak Jauh serta Kereta Bandara. Kemudian, tambah Merry, terdapat juga sarana lainnya yang mendukung seperti keberadaan BRT, Pasar Raya dan terminal.

"Jadi potensi yang ada di Kawasan Manggarai ini sudah cukup baik dari sisi transportasinya," Pungkas Merry.

Hunian hingga Pasar Kaget Bakal Ditata

Suasana Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (8/6/2022). Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Merry menjelaskan, selain dukungan moda transportasi terpadu seperti LRT dan MRT, pengembangan kawasan Manggarai juga perlu didukung dengan mengubah kawasan di sekitar Manggarai. Terutama, kata Merry, kawasan di sekitar zona dalam radius 400-800 meter dari stasiun.

Dalam lingkup ini, kata Merry, banyak terdapat hunian dan pasar kaget. Bangunan-bangunan ini perlu dirapikan supaya upaya mengubah Manggarai jadi stasiun sentral bisa lebih apik.

"Banyak pasar kaget yang melimpah di situ, itu bagaimana pengaturannya. Jadi ketika kita mau bersepakat untuk menetapkan kawasan manggarai sebagai kawasan TOD, maka yang kita pikirkan adalah kawasan sekitarnya dalam radius paling tidak 400-800 meter," tuturnya.

Ini mau diapakan? Memang Manggarai sendiri sebagai zona transportasi. Kalau kita lihat dalam radius 400-800 meter memang ini didominasi oleh peruntukan hunian," sambung Merry.