Masih Pandemi, CIMB Niaga Syariah Turunkan Target Pertumbuhan Bisnis Tahun Ini
·waktu baca 2 menit

Manajemen Bank CIMB Niaga Syariah merevisi target pertumbuhan bisnis pada tahun ini menjadi 10 persen. Pertumbuhan tersebut merupakan target masing-masing untuk pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), maupun laba.
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara mengatakan, target pertumbuhan bisnis 10 persen dinilai lebih realistis di tengah kondisi krisis akibat pandemi COVID-19.
“Tahun ini growth 10 persen. Biasanya 20-30 persen. Cuman dalam kondisi saat ini kita hanya mau pasang target di angka 10 persen,” katanya saat konferensi pers virtual, Kamis (24/6).
Penurunan target ini seiring dengan kinerja perseroan yang mengalami perlambatan hingga kuartal I 2021. Dari sisi pembiayaan, CIMB Niaga Syariah telah menyalurkan Rp 32,4 triliun atau turun 5,7 persen dibanding periode sama pada tahun sebelumnya atau Year on Year (YoY).
Sementara itu dari sisi penghimpunan dana (founding), CIMB Niaga Syariah meraup Rp 29,6 triliun sepanjang kuartal I 2021 atau turun 2,6 persen. Kendati demikian, aset perusahaan naik 7,2 persen sepanjang kuartal I 2021 menjadi Rp 45,4 triliun.
“Dari sisi funding kurang lebih sama dari tahun 2020 dan 2021. Dari sisi aset ada keunikan dan yang lumayan itu,” ungkapnya.
Adapun dari sisi Non Performing Financing (NPF) ratio hingga kuartal I 2021 masih terjaga di 0,9 persen. Perusahaan berupaya menjaga NPF di bawah 1 persen sepanjang tahun ini.
Sementara itu Rasio (Current Account Saving Account) CASA perusahaan mengalami pertumbuhan sepanjang kuartal I 2021 sebesar 11,8 persen dibanding periode sama pada tahun sebelumnya. Rasio CASA adalah perbandingan antara jumlah giro dan tabungan dengan jumlah total Dana Pihak Ketiga (DPK).
