Masuk Bursa, Perusahaan Suku Cadang TP Rachmat Janjikan Laba Naik 25 Kali Lipat

20 Desember 2021 11:17
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) perusahaan manufaktur komponen otomotif. Foto: DRMA
zoom-in-whitePerbesar
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) perusahaan manufaktur komponen otomotif. Foto: DRMA
ADVERTISEMENT
PT Dharma Polimetal Tbk, perusahaan suku cadang anak usaha Triputra Group yang didirikan TP Rachmat, resmi masuk bursa mulai Senin (20/12). Dari pendanaan yang diraih dari bursa itu, perusahaan akan melakukan ekspansi untuk melonjakkan laba di tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
Presiden Direktur emiten berkode DRMA itu, Irianto Santoso, menjelaskan dana yang diperoleh dari IPO tersebut, Perseroan berencana untuk terus melakukan ekspansi dan meningkatkan kapasitas pabrik.
"Kami estimasikan sampai akhir 2021, DRMA akan mampu meraih peningkatan penjualan di atas 50 persen atau naik sekitar Rp 1 triliun dari Rp 1,87 triliun di akhir 2020. Selain itu, kami proyeksikan kenaikan laba bersih bahkan akan meningkat lebih dari 25 kali lipat di akhir tahun ini, dibandingkan posisi di akhir 2020," kata Irianto dalam pernyataan resmi, Senin (20/12).
Pada 2020 lalu, Dharma Polimetal meraup laba bersih sekitar Rp 8 miliar. Jika target kenaikan laba 25 kali lipat tercapai, maka Perseroan akan meraup Rp 200 miliar.
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Foto: DRMA
zoom-in-whitePerbesar
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Foto: DRMA
Irianto mengaku optimistis dengan target tersebut, seiring naiknya permintaan kendaraan yang tercermin dari peningkatan permintaan akan komponen dalam beberapa bulan terakhir ini.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Sementara untuk tahun 2022, kami optimis target pertumbuhan penjualan dan laba bersih akan tetap mampu tumbuh double digit sejalan dengan naiknya target penjualan mobil nasional oleh Gaikindo sebesar 900.000-unit, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan penjualan kendaraan serta permintaan akan komponen secara keseluruhan," ujarnya.
Di samping itu, potensi peningkatan pendapatan dan laba, menurutnya juga didorong oleh adanya peningkatan pangsa pasar Perseroan akibat adanya komponen baru yang dibuat baik untuk existing customer maupun customer baru.
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) perusahaan manufaktur komponen otomotif. Foto: DRMA
zoom-in-whitePerbesar
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) perusahaan manufaktur komponen otomotif. Foto: DRMA
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada Senin (20/12) dan telah berhasil meraih dana sekitar Rp 350 miliar. Dalam IPO tersebut, DRMA mematok harga penawaran umum perdana (IPO) saham senilai Rp 500 per saham.
ADVERTISEMENT
DRMA menawarkan 705.882.300 lembar saham atau 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan kepada investor publik.
Irianto Santoso, mengungkapkan bahwa langkah Perseroan untuk melakukan IPO dan masuk bursa di tahun ini, merupakan bagian dari upaya untuk menjadi Perusahaan manufaktur suku cadang kelas dunia yang transparan, accountable dan bertanggung jawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders.
“Sungguh merupakan suatu pencapaian besar dan bersejarah bagi kami untuk bisa menjadi perusahaan publik di akhir tahun 2021 ini. Momen ini membawa Dharma Polimetal Tbk ke babak baru dalam industri komponen otomotif di Indonesia. Dengan struktur permodalan yang kuat yang didukung oleh pemegang saham publik serta Triputra Group, DRMA akan siap menjadi salah satu Perusahaan manufaktur kelas dunia yang dapat diandalkan di Indonesia,” tutup Irianto.
ADVERTISEMENT