Mengintip Kecanggihan Kapal yang Akan Dipakai SKK Migas Angkat KRI Nanggala

29 April 2021 4:52
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kapal Timas 1201 yang akan digunakan untuk mengangkat KRI Nanggala-402.  Foto: PT Timas Suplindo
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Timas 1201 yang akan digunakan untuk mengangkat KRI Nanggala-402. Foto: PT Timas Suplindo
ADVERTISEMENT
Kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di kedalaman lebih dari 800 meter di perairan Bali, akan diangkat menggunakan kapal Timas ENI Merakes. Kapal yang biasa digunakan untuk operasi perusahaan migas itu, memiliki kecanggihan yang bisa menjangkau KRI Nanggala.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Taslim Yunus, membenarkan rencana penggunaan kapal Timas DSV 1201.
"Iya, menggunakan Kapal Timas DSV 1201 yang sekarang bekerja untuk ENI Merakes," kata dia saat dihubungi kumparan, Selasa (28/4).
Nama 'Timas' pada kapal tersebut mengacu ke PT Timas Suplindo, yang merupakan kontraktor perusahaan migas. Dia merupakan perusahaan fabrikasi dan erektor peralatan mekanik, yang menjadi salah satu kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk pengeboran migas di darat dan lepas pantai.
Sedangkan ENI Merakes, adalah unit usaha dari perusahaan migas Italia (ENI Spa) yang mengelola lapangan gas lepas pantai (offshore) Merakes yang berada di Blok Sepinggan, Kalimantan Timur.
KRI Rigel milik TNI AL yang pertama kali berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam KRI Nanggala di kedalaman perairan Bali. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
KRI Rigel milik TNI AL yang pertama kali berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam KRI Nanggala di kedalaman perairan Bali. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Kedua perusahaan itu mengikat kontrak kerja sama mengoperasikan kapal Timas DSV 1201. Kapal Timas DSV 1201 merupakan kapal konstruksi yang memang didesain untuk bekerja di perairan dangkal hingga dalam.
ADVERTISEMENT
Kapal ini memiliki teknologi yang mumpuni untuk menyelam sedalam 3.000 meter. Ini berbeda dengan KRI Rigel milik TNI AL, yang pertama kali memastikan KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan terbelah di kedalaman 838 meter.
KRI Rigel memang memiliki peralatan canggih yang tak dipunyai kapal TNI AL lainnya. Mulai dari robot bawah air (Remotely Operated Underwater robot/ROV), peralatan AUV (Autonomous Underwater Vehicle), sampai laser scaner dan side sonar scan yang ditempelkan di bawah lambung kapal.
Tapi ROV hanya bisa menyelam hingga kedalaman maksimal 800 meter.
"Kapal Timas DSV 1202 ini menggunakan sistem pipelay mutakhir yang mampu beroperasi hingga kedalaman air 3.000 meter dan menangani pipa berlapis beton OD hingga 60 inch," demikian dikutip dari situs Timas.
ADVERTISEMENT