Kumparan Logo

Mentan Tegaskan Bakal Ikuti Data BPS, Tak Bikin Data Sendiri

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (29/10). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (29/10). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan pertemuan perdana dengan Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (29/10).

Hal utama yang menjadi bahasan pertemuan tersebut ialah soal data pertanian, yang selama ini seringkali jadi polemik. Sebab, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) kerap membuat data sendiri-sendiri dan berbeda dengan hitung-hitungan BPS. Kacaunya data soal produksi dan kebutuhan pangan menyulitkan pengambilan kebijakan, misalnya soal impor.

Di kesempatan itu, Syahrul menekankan pihaknya akan memakai data BPS sebagai acuan secara nasional. Termasuk, kaitannya dengan pertanian. Kementan tak akan membuat hitungan sendiri.

“Intinya pertanian akan ikut BPS. Karena memang begitu lah seharusnya BPS itu harus menjadi pusat data nasional kita,” ujar Syahrul ketika ditemui di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (29/10).

Syahrul Yasin Limpo melanjutkan, kesesuaian BPS dan Kementan itu menjadi penting agar program-program pengembangan pertanian bisa dioptimalkan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (29/10). Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Maka dalam 100 hari masa kerja setelah pelantikan dirinya itu, pihaknya akan fokus memastikan sinkronisasi dan akurasi data itu.

“Mulai hari ini saya yakin penyesuaian data kita yang ada. Kemungkinan terjadinya perbedaan bisa terselesaikan dan seperti janji saya, 100 hari saya kerja Insyaallah semua akan rampung,” imbuh dia.

Selama masa itu pula, Syahrul Yasin Limpo mengaku akan mendukung hal-hal terkait penyesuaian. Seperti, klarifikasi data yang selama ini dinilai bermasalah.

“Kan ada data yang sangat clear, katakan lah sudah hijau, ada data yang katakan lah masih perlu klarifikasi kuning, ada data yang merah dan mesti turun lagi ke lapangan. Tinggal itu penyesuaiannya dan ini akan selesai dalam waktu singkat,” pungkasnya.

kumparan post embed