Kumparan Logo

Mulai Besok, Blok Rokan Resmi Dikelola Pertamina 100 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Blok Rokan dari Chevron yang akan dialih kelola Pertamina per 9 Agustus 2021.  Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Blok Rokan dari Chevron yang akan dialih kelola Pertamina per 9 Agustus 2021. Foto: Dok. Pertamina

Mulai besok, Senin (9/8), kontrak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Blok Rokan selama lebih dari 50 tahun resmi berakhir. Dengan begitu, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan mengelolanya 100 persen.

PHR merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang terbentuk 2019. Pertamina resmi mendapatkan Blok Rokan pada akhir Juni 2018 setelah mengalahkan tawaran CPI. Kala itu, Pertamina menang salah satunya karena mengajukan bonus tanda tangan sebesar USD 784 juta. Perusahaan juga menawarkan komitmen kerja pasti cukup besar ke pemerintah yaitu USD 500 juta.

Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin mengatakan, jelang hitungan jam, PHR akan resmi mengelola Blok Rokan. Prosesi alih kelola akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2021 pukul 00.01 WIB.

"Hingga hari ini Sabtu, 7 Agustus 2021, persiapan alih kelola WK Rokan telah mencapai 99,5 persen, seluruh tahapan dari 9 program transisi, telah dilaksanakan," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip kumparan, Minggu (8/8).

kumparan post embed

Jaffe menuturkan, di blok tersebut nantinya PHR mengelola wilayah kerja dengan luasan sekitar 6,453 km2 dengan 10 Lapangan utama yaitu Minas, Duri, Bangko, Bekasap, Balam South, Kotabatak, Petani, Pematang, Petapahan, dan Pager.

"Kami optimistis dengan beralihnya operatorship dari CPI ke PHR. Kami akan berupaya maksimal untuk mempertahankan dan terus melakukan aktivitas operasi yang masif untuk meningkatkan produksi migas sehingga dapat memenuhi target nasional 1 Juta barel di 2030,” jelas Jaffee.

Untuk program pemboran, PHR akan melakukan pemboran sebanyak 84 sumur dan rencana program CPI yang akan di-carry over ke PHR sebanyak 77 sumur, sehingga total 161 sumur selama Agustus-Desember 2021.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan pemboran tersebut, sebanyak 291 kontrak dilakukan proses mirroring dan telah selesai 100 persen. Selain itu sebanyak 60 kontrak baru untuk kebutuhan pre-EOC telah awarded dengan status progres 100 persen.

kumparan post embed

PHR juga melibatkan sumber daya lokal dengan program Local Business Development (LBD), karena PHR ingin masyarakat sekitar juga menjadi bagian dari kelancaran operasi perusahaan. Sebanyak 264 kontrak telah disiapkan dengan melibatkan sedikitnya 690 vendor lokal yang masuk dalam program LBD tersebut.

Pencapaian ini, kata dia, tidak lepas dari dukungan Kementerian ESDM, SKK Migas, pemerintah daerah, elemen masyarakat dan pekerja CPI yang akan menjadi pekerja PHR.

"Kami bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga kami bisa mempersiapkan tahapan demi tahapan alih kelola ini dengan lancar,” ujar Jaffee.

PHR berharap pekerja eks CPI dan Pekerja Pertamina dapat berkolaborasi bersama menjadi satu tim dalam mengembangkan WK Rokan. Melalui kolaborasi bersama diharapkan akan tumbuh semangat yang sama untuk mewujudkan visi Pertamina sebagai perusahaan migas nasional berkelas dunia.