Kumparan Logo

Pasang Nama di Stasiun LRT Dukuh Atas, BSI Targetkan 2 Juta Nasabah Emas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peresmian Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi menjalin kerja sama naming rights untuk Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas. Dengan kerja sama tersebut, nama stasiun kini berubah menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia mulai Jumat (22/5).

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, memastikan kehadiran BSI semakin dekat dengan masyarakat melalui lokasi-lokasi publik yang strategis. Menurutnya, langkah ini dilakukan agar masyarakat semakin mengenal BSI.

“Filosofinya, di sini lah tempat orang mencari rezeki, tempat orang berkarya, tempat orang berprestasi, dan tempat orang memastikan kehidupan semakin baik. Jadi kemana pun dia bekerja, beraktivitas, pastikan pekerjaannya baik dan Bank Syariah Indonesia Insya Allah lebih berkah,” kata Anggoro dalam Peresmian Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (22/5).

Ia pun menyinggung penunjukan BSI sebagai bank emas sejak tahun lalu. Hingga saat ini, jumlah penabung emas di BSI telah mencapai 1 juta nasabah dalam waktu satu tahun. Anggoro menuturkan, mayoritas penabung emas berasal dari kalangan anak muda yang banyak menggunakan transportasi publik seperti LRT.

Peresmian Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Karena itu, Anggoro menargetkan jumlah penabung emas meningkat menjadi 2 juta nasabah tahun ini, salah satunya melalui kehadiran di titik-titik strategis seperti stasiun.

"Jadi kalau ditanya peningkatan berapa yang akan kita kejar untuk tabungan emas, tentu tahun kita menarget menjadi 2 juta penabung emas. Salah satunya adalah dengan titik strategis seperti ini,” tutur Anggoro.

Sementara itu, Direktur Portofolio management dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menyatakan KAI saat ini memandang aset utama bukan hanya berupa aset fisik, melainkan juga jumlah penumpang. Menurutnya, penumpang kini menjadi aset yang sangat berharga karena menciptakan perputaran ekonomi melalui kerja sama naming rights.

Gede menyebut, KAI setiap tahun mengangkut sekitar 510 juta hingga 520 juta penumpang. Karena itu, perusahaan terus mendorong pendapatan non-farebox atau pendapatan di luar tiket.

“Makannya non-farebox ini kita kejar. Bukan hanya untuk Kesejahteraan kami, sama sekali tidak. Kita kembalikan ke penumpang sehingga kami bisa memberi subsidi yang lebih besar kepada penumpang,” ucap Gede.

Gede pun berharap kerja sama ini menjadi titik awal untuk kolaborasi yang lebih strategis ke depannya. “Mudah-mudahan ini adalah starting point,” sebut Gede.

instagram embed