Bisnis
·
16 Juli 2021 13:43
·
waktu baca 2 menit

PayLater atau Kartu Kredit, Mana yang Paling Menguntungkan Konsumen?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PayLater atau Kartu Kredit, Mana yang Paling Menguntungkan Konsumen? (769756)
searchPerbesar
Ilustrasi Kartu Kredit dan PayLater Foto: Shutterstock
Penggunaan PayLater maupun kartu kredit saat ini menjadi lumrah di kalangan konsumen. Pesatnya perkembangan teknologi serta kian meningkatnya kebutuhan hidup, turut membuat sistem layanan keuangan digital bertransformasi secara cepat pula.
ADVERTISEMENT
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan saat ini orang-orang bisa mendapatkan barang terlebih dahulu dan baru memikirkan pembayarannya kemudian. Hal seperti ini dimungkinkan dengan kemunculan berbagai layanan transaksi keuangan yang menyediakan jasa pinjaman.
Teranyar ada sistem PayLater yang tengah naik daun, layanan yang bila diartikan secara sederhana dari namanya yakni bayar kemudian.
Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot, lebih rinci menjelaskan bahwa paylater adalah sebuah istilah yang merujuk pada transaksi pembiayaan barang atau jasa. Biasanya layanan ini diterbitkan oleh Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), seperti yang saat ini ada di antaranya Shopee Paylater, Gopaylater, hingga Ovo Paylater.
"Di Indonesia sendiri, PayLater dapat difasilitasi melalui lembaga keuangan seperti bank, lembaga pembiayaan, atau Fintech Peer-to-Peer Lending," jelas Sekar dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7).
ADVERTISEMENT
Jauh sebelum sistem Paylater, ada layanan kartu kredit. Bedanya, layanan ini hanya diterbitkan oleh perbankan. Lantas mana yang lebih menguntungkan buat konsumen?
PayLater atau Kartu Kredit, Mana yang Paling Menguntungkan Konsumen? (769757)
searchPerbesar
Ilustrasi berbelanja. Foto: Shutter Stock
Menjawab hal ini, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rine, mengatakan bahwa masing-masing mempunyai keunggulan dan kekurangan sendiri. Hal ini mesti disesuaikan dengan layanan apa yang cocok dengan kebutuhan Anda.
PayLater, kata Mike Rini, mempunyai keunggulan dari kemudahan memperolehnya. Berbeda dengan kartu kredit yang mengikuti regulasi di perbankan yang cukup banyak.
"Jadi harus satu mesti kalau ngajuin kartu kredit, ada berbagai persyaratan yang buat kebanyakan orang enggak semua bisa memenuhi persyaratan itu. Kalau di paylater mendapatkannya lebih mudah, beda dengan bank yang orang enggak punya kartu kredit sebelumnya ya rada susah mendapatkan," jelas Mike kepada kumparan, Jumat (16/7).
ADVERTISEMENT
Kendati begitu, kemudahan dan kenyamanan dalam proses pendaftaran PayLater itu sepadan dengan bunga dan biaya tambahan yang mesti dibayar. Termasuk juga dengan risiko sampai denda keterlambatan yang menyertai sistem layanan tersebut.
"Istilahnya Anda tinggal pakai saja itu makanya risikonya lebih tinggi di PayLater, bunganya juga lebih tinggi. Dari segi policy-nya, BI dan OJK juga set bunganya lebih tinggi, jadi kalau kemudahannya lebih, secara biaya lebih mahal," pungkasnya.
Layanan PayLater ini kemudian juga lebih cocok bila menyesuaikan kebutuhan pengelolaan keuangan yang rutin atau tetap tiap bulannya. Hal ini lantaran beban cicilan bulannya yang tetap dengan jangka waktu maksimum setahun, berbeda dengan kartu kredit yang lebih fleksibel.
Sementara dari sisi batasan atau limit, kartu kredit cenderung lebih statis alias fiks sesuai jenis kartu yang cocok dengan kategori nasabah. Sedangkan paylater lebih fleksibel tergantung credit scoring terhadap aplikan dari perusahaan penerbitnya.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, perbedaan kedua layanan ini yang terakhir menurut Mike Rini, bisa dilihat dari sisi kebutuhan. Penggunaan kartu kredit lebih cocok untuk kondisi keuangan darurat yang memberikan jangka waktu pembayaran lebih panjang.
"Kalau untuk pembelian barang di mana barang itu nilainya turun seperti laptop, HP, elektronik, biasanya menggunakan paylater supaya cepat lunas, maksudnya supaya lunasnya itu lebih terukur misal 6 bulan lunas," ujarnya.
"Nah kartu kredit itu cocoknya dalam keadaan emergency, dalam kita kesulitan mengelola cash flow: saat ini belum mampu bayar besar kita bayar kecil dulu lah, nanti kalau kondisi sudah membaik lagi saya langsung lunasi," jelas Mike Rini.