Kumparan Logo

Pembayaran Iuran BPJS Akan Dilakukan Autodebet

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas melayani pengurusan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melayani pengurusan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

BPJS Kesehatan mencatat sepanjang 2018 lalu sekitar 12 juta jiwa atau 39 persen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) tidak tertib membayar iuran. Adapun total PBPU BPJS Kesehatan mencapai 31 juta jiwa.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan bahwa pada tahun ini pembayaran BPJS Kesehatan akan menggunakan skema autodebet. Sehingga, pembayaran iuran akan langsung memotong rekening peserta.

"Tahun ini kami melakukan kebijakan mewajibkan pembayaran iuran dengan autodebet pada setiap pendaftaran," kata Fachmi dalam rapat gabungan di Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/9).

Untuk memudahkan kebijakan tersebut, BPJS Kesehatan menggandeng beberapa bank himbara dalam pelaksanaan autodebet, meliputi Bank Mandiri, BNI, Bank BRI, Bank BTN, serta kartu kredit visa, master card, dan JCB.

"Kami juga memperluas sektor ritel lainnya (seperti pembayaran via Tokopedia) lainnya yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," katanya.

Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menunjukkan Kartu Indonesia Sehat , Rabu (5/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Menurut dia, kewajiban membayar iuran melalui autodebet berkaitan dengan 10 rencana kerja BPJS Kesehatan dalam 5 tahun ke depan, salah satunya mitigasi kepatuhan, terutama untuk kelas 3 dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

"Ada 4 hal untuk mitigasi, yakni sosialisasi langsung dan tidak langsung, menambah akses kemudahan pembayaran iuran, mengupayakan kelas 3 peserta mandiri yang tidak mampu bayar agar dialihkan ke PBI, dan advokasi ke RS untuk meningkatkan fasilitas," katanya.

Selain autodebet, BPJS Kesehatan juga akan melakukan penagihan secara door to door, hingga memberi peringatan melalui sms dan email untuk meningkatkan tingkat kolektabilitas atau pembayaran iuran peserta.