Pemerintah Mau Tebar 500 Ribu Rice Cooker Gratis, Siapa yang Akan Kebagian?

Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan segera menebar 500 ribu rice cooker gratis. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengatakan penyaluran penanak nasi listrik gratis itu dilakukan per paket atau tahapan.
“(Penyaluran alat memasak listrik) ya jalan. Lagi dipetakan pembagiannya paket (per) paket,” kata Arifin Tasrif dikutip dari Antara, Rabu (11/10).
Dia memastikan proses penyaluran akan sesuai dengan paket atau masing-masing tahapan, sehingga tahap awal yang sedang berproses akan diselesaikan pada tahun ini. “Ya kita akan selesaikan (tahun ini), ini kan ada paket per paket. Nah paket tahun ini diselesaikan tahun ini,” lanjutnya.
Menteri ESDM mengeklaim, penggunaan rice cooker ini akan mendukung pengurangan emisi karbon, karena menggantikan minyak atau LPG yang digunakan memasak nasi. Apalagi jika listriknya, kata dia, bersumber dari energi baru terbarukan (EBT).
Syarat Penerima Rice Cooker Gratis
Pembagian rice cooker gratis itu diatur melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik Bagi Rumah Tangga. Beleid tersebut juga telah memiliki petunjuk teknisnya yakni Keputusan Menteri ESDM Nomor 548.K/TL.04/DJL.3/2023.
Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/10), menyebut ada kriteria tertentu bagi masyarakat yang berhak menerima alat memasak listrik gratis dari pemerintah.
Yaitu mereka yang merupakan pelanggan PLN atau PLN Batam dengan daya 450-1.300 VA (Volt Ampere) yang berdomisili di daerah tersedia listrik 24 jam menyala, dan rumah tangga tersebut tidak memiliki alat menanak nasi berbasis listrik.
Saat ini Kementerian ESDM sedang menyiapkan data calon penerima atas usulan kepala desa atau pejabat setingkat. Dia menyebutkan, jumlah penanak nasi hibah dari pemerintah itu adalah 500.000 unit, dengan harapan alat-alat yang dibagikan tersebut dapat menghemat penggunaan LPG.
"Tujuan program rice cooker gratis ini adalah menjamin akses energi bersih yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan. Selain itu program pemerintah ini bertujuan mengurangi impor LPG yang digunakan untuk memasak, meningkatkan konsumsi listrik per kapita, serta mendukung teknologi memasak yang lebih bersih," kata Jisman.
