kumparan
Bisnis20 Januari 2020 12:29

Pengusaha Dorong Pemanfaatan Biji Karet untuk Campuran BBM

Konten Redaksi kumparan
Otomotif, B30, B20, Biodiesel, test road, ESDM
Pengujian bahan bakar B30 sudah 80 persen. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemanfaatan biji karet sebagai bahan bakar. Hal ini dilakukan pihaknya bersama Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) guna menerapkan teknologi bahan bakar nabati untuk mendukung kesinambungan industri berbasis karet alam.
ADVERTISEMENT
“Dalam industri karet, hasil utama yang diambil dari tanaman karet adalah lateks. Sementara biji karet masih belum dimanfaatkan dan dibuang sebagai limbah. Padahal dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar nabati yang potensial untuk di kembangkan secara teknis maupun keekonomiannya,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan di Kantornya, Jakarta, Senin (20/1).
Dia menambahkan, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil karet terbesar di dunia dengan total produksi pada tahun 2019 mencapai 3,55 juta ton per tahun. Sementara luas seluruh area perkebunan karet di Indonesia mencapai 3,4 juta hektare.
Produksi karet nasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir juga tercatat besar, yakni di atas 3,3 juta ton. Sedangkan harga karet dalam 5 tahun terakhir terus mengalami tekanan pada level yang dinilai tidak menguntungkan bagi produsen.
ADVERTISEMENT
Selain itu, daya serap karet lateks untuk industri ban hanya mencapai 70 persen dari konsumsi karet alam nasional.
“Saat ini harus dicarikan solusi karena petani mengalami kesulitan penjualan dan kesulitan meningkatkan harga karet. Agar petani tidak tambah rugi, maka harus ada upaya Iain untuk meningkatkan ketahanan para petani melalui pemanfaatan karet dan biji karet sebagai bahan baku bahan bakar nabati selain kelapa sawit,” katanya.
perkebunan karet
Peserta Pelatihan Petani Pemandu mengikuti sesi pengamatan di kawasan perkebunan karet. Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan, karet juga termasuk dalam kategori tanaman bioenergi multiguna yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku bahan bakar nabati.
Menurut Aziz, potensi pemanfaatan karet di luar industri ban semakin terbuka lebar pasca terbitnya beberapa kebijakan, salah satunya penggunaan energi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak untuk jenis diesel atau solar.
ADVERTISEMENT
Biodiesel dapat diaplikasikan baik dalam bentuk 100 persen atau campuran dengan minyak solar pada tingkat konsentrasi tertentu seperti B20. Pemanfaatan biji karet sebagai biodiesel menurutnya terbuka lebar.
“Kandungan minyak di dalam daging biji karet mencapai 45,63 persen. Tanaman karet dapat menghasilkan 800 biji karet untuk setiap pohon per tahun. Di lahan seluas 1 hektare, dapat ditanami sebanyak 400 pohon karet. Maka untuk lahan seluas 1 hektar diperkirakan dapat menghasilkan 5.050 kg biji karet per tahun. Rendemen minyak biji karet (kering) yaitu 40-50 persen, sehingga diperkirakan setiap hektare tanaman karet berpotensi menghasilkan 1.000 liter minyak,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan