Kumparan Logo

Penjualan Anjlok Akibat COVID-19, H&M Akan Tutup Total 170 Toko

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toko H&M. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toko H&M. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Perusahaan fashion asal Swedia, H&M, dilaporkan akan menutup total 170 toko mereka pada 2020 ini. Penutupan toko ini lebih banyak dari yang semula direncanakan yakni sebanyak 40 toko, karena pandemi COVID-19 telah berdampak buruk pada penjualan produk mereka.

Dikutip dari Business Insider, penjualan produk H&M anjlok hingga 24 persen sepanjang Januari hingga Mei 2020. Sedangkan pada kuartal II tahun ini, penjualannya anjlok lebih dalam lagi yakni sebesar 50 persen.

Sebagai gantinya, perusahaan akan memperkuat lini penjualan di toko online. Hal ini sebagai transformasi perusahaan, mengikuti kebiasaan belanja masyarakat di masa pandemi COVID-19. Data penjualan H&M mengungkapkan, secara online omzet penjualan mereka pada Maret hingga Mei 2020 naik 32 persen.

CEO H&M Group, Helena Helmersson, menjelaskan langkah perusahaan dilakukan karena mengharapkan dampak pandemi secara jangka panjang. Pola perilaku konsumen pada akhirnya akan lebih banyak pergeseran ke belanja di toko online.

Koleksi H&M Studio SS19. Foto: Dok. H&M

"Jelas bahwa perubahan cepat dalam perilaku pelanggan yang disebabkan oleh pandemi akan semakin mempercepat digitalisasi ritel fashion," kata Helmersson dalam pernyataan pers yang dilansir Business Insider.

Untuk mengalihkan fokus penjualan dari offline ke online, manajemen H&M menyesuaikan organisasi dan meningkatkan cara kerja. Mereka menerapkan sistem operasi yang lebih fleksibel, cepat dan efisien. "Kami mempercepat pengembangan digital kami, mengoptimalkan portofolio toko dan lebih lanjut mengintegrasikan saluran," imbuhnya .

Tapi H&M tak merinci dari 170 toko yang akan ditutup total itu berlokasi dimana saja.

Merek fashion H&M bukan satu-satunya yang akan menekan penjualan offline dan memperkuat ritel online mereka. Inditex yang memegang merek Zara dan Massimo Dutti misalnya, pada awal Juni ini sudah lebih dulu mengumumkan akan menutup antara 1.000 hingga 1.200 toko mereka dalam dua tahun ke depan.