Populer: Hary Tanoe Keberatan TV Analog Mati; JK Tanggapi Luhut Soal TKA China

5 November 2022 6:40
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Hary Tanoesoedibjo usai diperiksa. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hary Tanoesoedibjo usai diperiksa. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengkritik penghentian siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang dimulai pada 2 November 2022 lalu. Informasi itu menjadi berita yang banyak dibaca di kumparanBisnis sepanjang Jumat (4/11).
Selain itu, ada kabar juga soal Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang membantah pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait industri nikel Indonesia dipenuhi Tenaga Kerja Asing (TKA) China. Berikut adalah rangkuman berita populer di kumparanBisnis:

Hary Tanoesoedibjo Keberatan TV Analog Dimatikan

Konglomerat Hary Tanoesoedibjo melayangkan protes kepada pemerintah terkait TV analog yang dimatikan melalui unggahan di Instagram resminya @hary.tanoesoedibjo. Meski begitu, MNC Group tetap mematikan siaran TV analog di Jabodetabek pada 3 November pukul 00:00 WIB.
"Mohon maaf kepada pemirsa RCTI, MNC TV, GTV dan iNews se-Jabodetabek, karena adanya permintaan oleh Menko Polhukam, Bapak Mahfud MD untuk mematikan siaran analog di wilayah Jabodetabek, maka kami dengan SANGAT TERPAKSA mengikuti permintaan tersebut, meskipun masih tidak paham dengan landasan hukum yang dipakai," katanya dikutip kumparan, Jumat (4/11).
Menurut dia, kebijakan pemerintah mematikan siaran TV analog tidak adil karena kebijakannya tak serentak lantaran di luar Jabodetabek masih diperkenankan mengudara. Sementara di Jabodetabek, siaran TV analog dimatikan. Dia pun akan menempuh jalur hukum.
"MNC Group menyadari, tindakan mematikan siaran dengan sistem Analog ini sangat merugikan masyarakat Jabodetabek. Diperkirakan 60 persen masyarakat di Jabodetabek tidak bisa lagi menikmati tayangan televisi secara analog di wilayah Jabodetabek, kecuali dengan membeli Set Top Box atau mengganti televisi digital atau berlangganan tv parabola, tetapi sekali lagi dikarenakan adanya permintaan dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Bapak Mahfud MD, maka kami akan tunduk dan taat," katanya.

JK Tanggapi Luhut Soal TKA China

Jusuf Kalla merespons bantahan Luhut Binsar Pandjaitan, terkait industri nikel Indonesia dipenuhi TKA China. Pihak JK menyampaikan bahwa perusahaannya, KALLA dan Bukaka akan berfokus menyerap tenaga kerja lokal dalam pembangunan proyek Hidro serta Smelter.
Ketua PMI, Jusuf Kalla mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan saat mengunjungi kantor PMI. Foto: Dok. PMI
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PMI, Jusuf Kalla mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan saat mengunjungi kantor PMI. Foto: Dok. PMI
Juru Bicara JK, Husain Abdullah, mengatakan ratusan tenaga lokal telah direkrut dan diberikan pelatihan. "Tenaga kerja lokal memang jadi prioritas KALLA dan Bukaka. Di mana terbukti mereka mampu, setelah proyek listrik hidro tersebut beroperasi dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo, 25 Februari 2022," kata Husain dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11).
Husain mengatakan bahwa Bukaka tetap memiliki pekerja asing, namun mereka beroperasi sebagai pihak supplier mesin yang bertugas menjaga kualitas mesin. Untuk barisan pekerja kasar, perusahaannya tetap akan memprioritaskan pekerja dalam negeri.
Dia menegaskan komitmen JK untuk merekrut tenaga lokal yang membedakan dengan pabrik nikel di Morowali yang dinilai masih dipenuhi TKA asing. Pihak JK menyayangkan dominasi TKA China di industri tersebut.

"Hampir semua pekerja konstruksi pabrik termasuk tukang las didatangkan dari China, dan itu diakui sendiri oleh pak Luhut bahwa bahwa pembangunan sejak tahun 2014 seperti itu. Kalau kondisi sekarang, harus diakui sudah beda karena tahap operasional tentunya pekerja kasar tidak dibutuhkan lagi," tulisnya.