Kumparan Logo

Produksi Tambang Freeport Ditargetkan Meningkat, Bijih Emas Capai 1,4 Juta Ons

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi tambang Freeport Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi tambang Freeport Foto: Reuters

Produksi bijih tambang tembaga dan emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 2021 ini ditargetkan akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya produksi tambang bawah tanah (underground).

Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, menyebutkan produksi bijih tembaga tahun ini ditargetkan mencapai 1,4 miliar pon, sementara produksi bijih emas ditargetkan sekitar 1,4 juta ons.

Sebagai perbandingan, tahun lalu Freeport memproduksi bijih tembaga sebanyak 800 juta pon, sementara produksi bijih emas sebanyak 800 ribu ons.

"Peningkatan produksi tambang tembaga dan emas PT Freeport Indonesia tahun ini tentu akan berdampak pada penerimaan negara, khususnya dari sisi dividen yang akan dibayarkan kepada pemerintah akan lebih besar dari tahun sebelumnya," kata Riza, Selasa (18/5).

Presdir PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, meninjau lokasi di Gresik tempat pembangunan proyek smelter milik PTFI. Foto: Wendiyanto Saputro/ kumparan

Ia menyebutkan bahwa banyak produsen tembaga saat ini menghentikan produksinya karena terimbas pandemi COVID-19. Di sisi lain, katanya, permintaan pasar tembaga terus meningkat seiring dengan kebutuhan untuk produksi dan pengembangan kendaraan listrik.

Sebelumnya Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebutkan bahwa produksi tambang bijih tembaga dan emas perusahaan yang dipimpinnya mengalami peningkatan sekitar 75 persen.

Meningkatnya produksi bijih tambang Freeport yang berlokasi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua itu karena meningkatnya kontribusi dari tambang bawah tanah, di mana sejak akhir 2019 Freeport telah menutup tambang terbuka (open pit) Grasberg.

Pada 2020, produksi dari tambang bawah tanah Freeport baru mencapai 50 hingga 60 persen dari kapasitas penuh. Adapun kapasitas penuh dari tambang bawah tanah baru akan tercapai pada 2022.