Kumparan Logo

Profil Amarta Karya, BUMN yang Jadi Kontraktor Proyek Bukit Algoritma Rp 18 T

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Silicon Valley. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Silicon Valley. Foto: Shutter Stock

PT Amarta Karya (Persero) atau AMKA menjadi kontraktor untuk proyek Bukit Algoritma di Sukabumi, Jawa Barat. BUMN Karya ini akan menggarap konstruksi bangunan yang digadang-gadang akan menjadi Silicon Valley-nya Indonesia.

Proyek ini akan menelan biaya sekitar 1 miliar euro atau setara Rp 18 triliun. External Affairs Amarta Karya Hilmi Dzakwan Shodiq mengatakan untuk pendanaan, perseroan tidak ikut mencari. PT Kiniku Bintang Raya KSO yang mengurusi hal itu.

"Untuk biaya kurang lebih Rp 18 triliun dan mengenai biaya berasal inisiasi dari pemberi kerja kami yaitu Kiniku Bintang Raya KSO yang mencari pendanaan baik dari investor dalam negeri maupun luar negeri. Amarta Karya hanya sebagai kontraktor pelaksana," katanya saat dihubungi kumparan, Rabu (14/4).

Hilmi menuturkan, saat ini rencana pembangunan Bukit Algoritma sudah tahap mapping site project. Setelah itu persiapan menuju groundbreaking.

Dihubungi terpisah, Ketua Pelaksana Kerjasama Operasi PT Kiniku Bintang Rasa KSO Budiman Sudjatmiko membenarkan Amarta Karya menjadi kontraktor pelaksana. Menurutnya, semua bangunan fisik di proyek ini akan dikerjakan BUMN tersebut.

"Banyak sebenarnya kita tawarkan, tapi Amarta yang paling rajin. Kita tawarkan ke BUMN karya lainnya juga. Ini paralel, untuk konstruksi fisiknya Amarta," ujar Budiman kepada kumparan.

Budiman Sudjatmiko saat diwawancara di kantor Google Indonesia, Jakarta, Sabtu (4/5). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Siapa sebenarnya Amarta Karya?

Dikutip dari situs resmi Amarta Karya, perseroan bergerak di bidang manufaktur, konstruksi, dan investasi. Adapun lokasi kantor pusatnya berada di Jalan Veteran, Nomor 112, Margajaya, Bekasi, Jawa Barat.

Cikal bakal Amarta Karya dimulai sejak 1960 yang saat itu bernama NV. Constructie Werk Plaatsen De Vri’es Robbe Lindeteves, disingkat menjadi Robbe Linde & Co yang bergerak dalam pembuatan konstruksi baja.

Dua tahun kemudian, perusahaan ini dinasionalisasi menjadi PN Amarta Karya bergerak dalam bidang usaha yang sama. Lalu pada 1972, status PN Amarta Karya ditransformasikan menjadi persero yang berkedudukan di Jakarta.

Pada saat itu, Perusahaan memperluas lini bisnisnya menjadi konstruksi di bidang pekerjaan sipil, listrik dan mekanik di samping bidang konstruksi baja yang telah menjadi bisnis intinya sejak awal. Saat ini Amarta Karya memperluas lini bisnisnya menjadi manufaktur, EPC, infrastruktur, dan gedung di samping bisnis utamanya.

Amarta Karya dipimpin oleh tiga direktur yaitu Nikolas Agung SR sebagai direktur utama, Hidayat Wahyudi sebagai direktur keuangan, dan Royaldi Rosman sebagai direktur operasional.

Markas Google di Silicon Valley, dijepret pakai Samsung Galaxy S10 Plus. Foto: Jofie Yordan/kumparan

Sementara jabatan komisarisnya diisi dua orang yaitu Ahmad Zainur sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen dan Ruspen Saragih sebagai komisaris.

Dalam penandatanganan kerja sama antara Amarta Karya dan Kiniku Bintang Rasa KSO pada Senin (7/4) lalu bersama Budiman Sudjatmiko dan Direktur Utama PT Bintang Raya Lokalestari Dani Handoko, Dirut Amarta Karya Nikolas Agung mengatakan, pembangunan proyek ini yang dibangun di atas lahan seluas 888 hektare ini berlokasi di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi.

AMKA dipercaya sebagai mitra infrastruktur “Bukit Algoritma” pada tahap pertama selama tiga tahun ke depan, dengan nilai total diperkirakan Rp 18 triliun untuk meningkatkan kualitas ekonomi 4.0. Lalu, peningkatan pendidikan, penciptaan pusat riset dan development untuk menampung idea anak bangsa terbaik demi Indonesia bangkit, serta meningkatkan sektor pariwisata di kawasan setempat.

Selain itu, pengembangan KEK Sukabumi juga diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur pertumbuhan tangguh berkelanjutan dan pembangunan SDM berbasis Iptek, yang merupakan salah satu alat dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional (PEN).

kumparan post embed

Menurut Nikolas, optimalisasi bonus demografi Indonesia menjelang 2045 serta partisipasi dalam upaya mitigasi middle income trap, dapat ditempuh melalui peningkatan daya saing, produktivitas inovasi dan penguatan SDM. Sebab itu, AMKA berkomitmen untuk mengambil peran dan andil yang besar dalam rencana proyek Pengembangan KEK Sukabumi ini.

“Sebab itu, ini merupakan mimpi jangka panjang. Untuk tahap pertama selama tiga tahun, AMKA menjadi mitra kepercayaan untuk membangun infrastruktur, termasuk akses jalan raya, fasilitas air bersih, pembangkit listrik, gedung konvensi, dan fasilitas-fasilitas lainnya," ujar Nikolas.