Purbaya Siapkan Anggaran Beli Mobil Maung untuk Pejabat, Tunggu Kesiapan Pindad
·waktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rencana pengadaan kendaraan dinas jenis Maung produksi PT Pindad untuk para menteri dan wakil menteri sudah masuk dalam perencanaan anggaran. Namun, realisasi pembelian masih menunggu kesiapan industri dalam negeri.
Purbaya mengatakan, seharusnya penganggaran untuk kendaraan Maung sudah bisa dilakukan tahun ini. Namun, karena kapasitas produksi Pindad belum mencukupi, pelaksanaannya ditunda.
“Tahun ini harusnya ada, cuman kan rupanya kapasitasnya belum cukup jadi dibalikkan tahun ini. Tahun depan saya nggak tahu seperti apa kesiapan industrinya Pindad. Kalau siap ya ada uangnya,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (21/10).
Dia menegaskan, dari sisi anggaran, pemerintah siap mengalokasikan dana jika pihak industri sudah siap memproduksi kendaraan sesuai kebutuhan.
“Tergantung industrinya, kalau saya kan targetin uang aja, uangnya ada. Nanti kalau saya masuk ke industri dibilang itu campur. Tapi kita siap-siap,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/10), menegaskan komitmen pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri. Ia meminta seluruh menteri dan pejabat mulai menggunakan Pindad Maung sebagai kendaraan dinas.
“Sebentar lagi Saudara-Saudara (para menteri) semua harus pakai Maung, saya enggak mau tahu tuh,” ujar Prabowo sambil tertawa.
Prabowo juga masih memperbolehkan penggunaan mobil pribadi di luar jam dinas. Namun, ia menegaskan bahwa masa kepemimpinannya akan diisi dengan kerja tanpa henti. “Yang mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya tak panggil kau, bolehlah pakai mobil itu,” ucap Prabowo disambut tawa para menteri.
