Ribut Ceramah Ramadhan PT Pelni yang Berujung Minta Maaf Manajemen dan Kang Dede

12 April 2021 8:28
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ribut Ceramah Ramadhan PT Pelni yang Berujung Minta Maaf Manajemen dan Kang Dede (16981)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Pelni. Foto: Dok. Pelni
ADVERTISEMENT
Rencana adanya kegiatan keagamaan berupa ceramah dalam rangka Ramadhan 2021 di PT Pelni (Persero), berujung pembatalan. Bahkan wacana akan adanya kegiatan di bawah Badan Kerohanian Islam (Bakis) PT Pelni, berimbas pada dicopotnya sejumlah panitia acara dari jabatan resmi di perusahaan.
ADVERTISEMENT
Upaya itu ditempuh lantaran kegiatan belum mendapatkan izin perusahaan. Padahal sederet ustaz termasuk Ketua MUI Cholil Nafis, telah dijadwalkan bakal mengisi acara.
Terkait kejadian tersebut, Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto alias Kang Dede, telah meminta maaf secara langsung pada Ketua MUI. Berikut fakta-faktanya:

PT Pelni Meniadakan Ceramah Ramadhan di Perusahaan

PT Pelni meniadakan kegiatan ceramah di bulan ramadhan di perusahaan. Pejabat sementara (Pjs) Kepala Kesekretariatan PT Pelni, Opik Taufik, menjelaskan kegiatan usaha perusahaan berfokus pada pelayanan masyarakat, terutama pada bisnis jasa transportasi laut.
"Manajemen mengambil tindakan tegas untuk memberhentikan kegiatan yang dimaksud serta melakukan investigasi kepada pihak-pihak yang terlibat," ujar Opik dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Jumat (9/4).

Manajemen dan Komisaris PT Pelni Minta Maaf

Manajemen PT Pelni meminta maaf atas keresahan yang timbul akibat rencana penyelenggaraan kegiatan ceramah Ramadhan 2021. Manajemen juga menegaskan bahwa perseroan dalam menjalankan usahanya berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan selalu menegakkan komitmen NKRI.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan yang berbeda, Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto, juga sudah menemui langsung Ketua MUI Cholil Nafis. Cholil Nafis memberikan kesempatan kepada Kang Dede untuk memberikan penjelasan soal maksud kedatangannya dan ramainya pembatalan ceramah di PT Pelni.
"Yang dibatalkan itu hanya yang di dalam flyer artinya bukan radikalisme seperti yang selama ini disampaikan dan Kyai Cholil tidak dibatalkan," ucap Kang Dede dalam pertemuannya dengan Ketua MUI.