Kumparan Logo

Rumah Sakit Dipenuhi Pasien COVID-19, Hotel Jadi Pilihan Warga Isolasi Mandiri

kumparanBISNISverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo bersama sejumlah menteri cek kesiapan hotel dan RS Darurat di Jawa Timur.  Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo bersama sejumlah menteri cek kesiapan hotel dan RS Darurat di Jawa Timur. Foto: BNPB

Penuhnya ruang-ruang perawatan dan ruang isolasi di rumah sakit oleh pasien COVID-19, membuat sejumlah hotel yang dijadikan tempat isolasi mandiri banjir pengunjung. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani.

Menurutnya, peningkatan permintaan kamar hotel untuk isolasi dengan biaya mandiri menjadi fenomena baru di dunia perhotelan.

"Ada dua skema pembayaran untuk isolasi, yakni subsidi dari pemerintah dan bayar sendiri atau personal account. Yang berbayar secara mandiri ini cukup menarik fenomenanya," ujar Hariyadi dalam diskusi yang diselenggarakan BNPB secara daring di Jakarta, Jumat (8/1).

Ia mengatakan pemesanan kamar untuk isolasi mandiri tanpa subsidi dari pemerintah, cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kasus COVID-19 di dalam negeri. Saat ini, lanjut dia, sejumlah hotel juga telah memiliki izin dari dinas pariwisata untuk menerima tamu dengan tujuan isolasi mandiri.

"Namun, untuk mandiri protokolnya juga ketat, karena hotel harus ada tenaga medisnya juga," kata pemilik Hotel Sahid Group itu.

Hotel ibis Style, lokasi isolasi mandiri pasien OTG corona Foto: kemenparekraf

Tapi Ketua Umum PHRI itu tak mengungkapkan, total jumlah kamar hotel yang digunakan untuk isolasi mandiri serta tingkat keterisiannya. Hanya saja terkait pembayaran, menurutnya selain yang mandiri ada juga yang disubsidi oleh pemerintah.

"Anggaran dari pemerintah itu untuk masyarakat yang penghasilannya mungkin yang tidak bisa untuk mandiri," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menyiapkan fasilitas hotel bintang dua atau tiga yang dimanfaatkan sebagai ruang isolasi pasien COVID-19 guna menyiasati apabila tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit penuh.

“Pemerintah juga menyiapkan untuk layanan publik juga memanfaatkan fasilitas hotel bintang dua atau tiga seperti dilakukan di Sulsel dan Jateng,” katanya.

Untuk itu, ia mendorong peningkatan kesiapan pelayanan publik di sejumlah daerah yang masih banyak ditemukan kasus COVID-19.