Konten Media Partner

Kabar Jogja: Kampus Sediakan Ruang Isolasi hingga Beroperasinya Hotel dan Resto

Tugu Jogjaverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menginap di hotel. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menginap di hotel. Foto: Shutterstock

Kegiatan perkuliahan akan kembali aktif pada bulan Juli 2020 mendatang. Di Kota Yogyakarta sendiri, ada sekitar 200.000 mahasiswa luar daerah yang akan masuk ke Yogyakarta untuk mengikuti perkuliahan ini. Pemkot Yogyakarta berharap, perguruan tinggi di Kota Yogyakarta menyediakan ruang karantina mandiri untuk para mahasiswa tersebut.

Barikut ini kami rangkum berita kemarin untuk menemani pagi Anda:

1. Pemkot Yogyakarta Minta Kampus Sediakan Ruang Karantina Mandiri untuk Mahasiswa

Pemerintah Kota Yogyakarta menyebut ada sekitar 200 ribu mahasiswa luar daerah yang diperkirakan akan kembali beraktivitas di Kota Yogyakarta saat kegiatan perkuliahan dimulai kembali sekitar Juli mendatang.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan dengan kembali dibukanya perkuliahan itu dibutuhkan protokol baru, termasuk saat mahasiswa itu mulai berdatangan kembali ke Yogyakarta.

Pihaknya juga berharap, seluruh perguruan tinggi di Kota Yogyakarta dapat memberikan fasilitas berupa tempat karantina atau isolasi bagi mahasiswa yang baru datang dari luar daerah. Sehingga nantinya seluruh kegiatan perkuliahan bisa dilakukan secara aman.

kumparan post embed

2. 47 Hotel dan Restoran di Yogyakarta Akan Beroperasi Juni 2020

Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DI Yogyakarta menyatakan sebanyak 47 hotel dan restoran anggotanya akan memulai beroperasi kembali di awal Juni 2020 ini. Total hotel dan restoran yang terhimpun dalam PHRI DIY sendiri ada sebanyak 425 anggota.

"Sebagian hotel dan restoran itu sebelumnya memang tetap beroperasi selama pandemi. Lalu ada tambahan lagi 25 hotel jadi total ada 47 yang akan buka di bulan Juni besok," ujar Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, Minggu (31/5/2020).

Dari tambahan hotel-restoran yang beroperasi itu terdiri dari 11 hotel bintang ,9 non bintang dan 5 restoran.

kumparan post embed

3. KPU Gunungkidul Berniat Ajukan APD untuk Pilkada 2020

Hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kemungkinan besar akan dilaksanakan dalam suasana Pandemi COVID-19. Diperkirakan Pilkada di Gunungkidul kemungkinan besar akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020 nanti, di mana bisa saja pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Oleh karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul berencana mengajukan tambahan anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada yang berubah waktunya tersebut. Ketua KPU Gunungkidul, Ahmad Ruslam Hani menuturkan, pihaknya masih menunggu keputusan pasti dari KPU Pusat berkaitan perubahan waktu penyelenggaraan Pilkada 2020 mendatang. Kini pihaknya tengah mempersiapkan adanya perubahan tersebut salah satunya adalah dengan mengajukan tambahan anggaran. Tambahan anggaran tersebut nantinya akan difokuskan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi penyelenggara pemilu

kumparan post embed

4. DPRD DIY: Pranatan Anyar, Cara Membumi Menyongsong New Normal

Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, menuturkan perlunya sebuah terminologi yang lebih membumi dalam mengajak masyarakat di DIY menyambut masa new normal pasca pandemi COVID-19.

Pendekatan masa new normal pasca pandemi ini, diistilahkan Anton sebagai pranatan anyar atau tata cara baru masyarakat, dalam menjalani hidup dengan senantiasa mawas diri di tengah pandemi. Dengan cara menjaga protokol kesehatan yang berlaku.

"Mungkin dengan istilah new normal itu kalau di pedesaan kurang Jawani atau membumi, atau cukup asing. Sehingga perlu dikenalkan dengan istilah yang lebih dekat, familier dengan warga seperti 'Pranatan Anyar'," ujar politikus Partai Gerindra ini, Sabtu (30/5/2020).

kumparan post embed

5. 2 Pedagang Keliling Antar Kota dari Gunungkidul Positif COVID-19

Jumlah pasien positif COVID-19 di wilayah kabupaten Gunungkidul bertambah dua orang. 2 orang tersebut adalah warga Kecamatan Karangmojo dan bukan merupakan bagian dari klaster yang ada sebelumnya. Sebab kedua orang tersebut adalah pedagang keliling antar kota yang merupakan partner kerja.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati menuturkan hingga Sabtu kemarin jumlah pasien positif COVID-19 di kabupaten Gunungkidul mencapai 39 orang dengan tambahan dua kasus baru. Dua orang tambahan kasus terbaru tersebut semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Dewi menambahkan, karena merupakan pedagang keliling antar kota pihaknya tak terlalu kesulitan untuk melakukan contact tracing terhadap kedua orang pasien positif terbaru tersebut. Kendati demikian pihaknya terus berusaha melakukan pelacakan siapa saja yang telah berinteraksi dengan keduanya.

kumparan post embed