Kumparan Logo

Sandi Uno Soal Lepas Saham Bir: Kita Wujudkan Seluruh Janji Kampanye

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sandiaga Uno di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana menjual saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang ada di perusahaan bir, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA).

Saat ini, kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di Delta Djakarta sebesar 26,25 persen. Rinciannya, milik Pemprov DKI Jakarta 23,34 persen dan BP IPM Jaya sebesar 2,91 persen.

[Baca Juga: Saham DKI di Perusahaan Bir Dilepas: Untung Apa Buntung?]

Namun, hingga saat ini Pemprov DKI belum merealisasikan untuk melepas saham tersebut. Terkait keputusannya yang akan melepas saham Delta Djakarta tersebut, Sandi enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab menurut Sandi, ini merupakan informasi yang sensitif.

"Lebih baik saya enggak berkomentar karena itu nanti berdampak kepada pergerakan saham (DLTA)," kata Sandi saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (2/6).

[Baca Juga: Sejarah Pemprov DKI di Anker Bir]

RUPS PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
RUPS PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

[Baca Juga: Pemprov DKI Kecipratan Untung Rp 37 Miliar dari Anker Bir]

Namun, ia mengaku, pihaknya akan merealisasikan target pelepasan saham karena itu merupakan bagian dari janji pada saat kampanye.

"Kita belum bisa berkomentar banyak yang jelas itu merupakan salah satu janji kampanye dan kita rencananya mewujudkan seluruh janji kampanye," ujarnya.

[Baca Juga: Bos BEI Kritik Cara Anies-Sandi yang Ingin Melepas Saham Bir]

Menurut Sandi, yang berhak memberikan konfirmasi adalah tim sinkronisasi. Tim sinkronisasi sendiri bertugas dalam menyusun referensi dan menerjemahkan program-program dan janji kerja Anies-Sandi ke RAPBD 2018 dan RPJMD 2018-2022.

"Saya enggak bisa berkomentar, nanti tim sinkroninsasi yang lebih tepat. kebetulan hari ini mereka di Balai Kota mungkin bisa diklarifikasi terhadap janji-janji tersebut," ucapnya.