Kumparan Logo

Semua Armada TransJakarta Akan Pakai Kendaraan Listrik di 2030

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bus Listrik Transjakarta di Balai Kota DKI Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bus Listrik Transjakarta di Balai Kota DKI Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pemerintah telah mengeluarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk transportasi jalan. Perpres tersebut diharapkan bisa membuat kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang.

PT Transjakarta tampaknya serius mendukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Direktur Utama TransJakarta Agung Wicaksono menargetkan di tahun 2030 bus yang dikelolanya harus berbasis listrik.

“Kita punya target yang ambisius, signifikan harapannya semuanya akan support karena sebagian konsumen kita komitmen kendaraan listrik maka industri yang akan mensuplai itu harus ikut ke sana. Itu goalnya 2030 itu kita ingin semuanya (bus TransJakarta listrik),” kata Agung di Gedung Tribata, Jakarta, Selasa (26/11).

Agung menjelaskan untuk mengarah kesana tidak bisa langsung begitu saja dilakukan. Menurutnya diperlukan langkah perlahan untuk menggantikan bus non listrik yang sudah beroperasi.

Ia mengatakan rata-rata armada yang beroperasi saat ini masih bisa sampai 10 tahun ke depan. Sehingga di 2030 bus-bus itu sudah bisa digantikan dengan kendaraan listrik.

“Artinya seluruh armada yang kita beli tahun depan yang belum listrik itu masih itu akan habis masanya di 2030 ya kan. Tahun depan kita masih ada penambahan yang bukan listrik. 2021 kita utamakan sudah listrik penambahannya. Setelah itu penambahannya selalu listrik,” ujar Agung.

Bus Listrik Transjakarta di Balai Kota DKI Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“(Jumlah 2030) 14.000 total. Kalau dari segi road map itu seperti itu. Itu bus besar, sedang atau medium size kayak metromini, itu sampai ke mikro yang ukuran angkot. 14.000 itu kombinasi semuanya,” tambahnya.

Agung mengungkapkan kendaraan listrik sudah mulai banyak digunakan di dunia. Ia mencontohkan di China sudah ada 16 ribu bus listrik. Sementara di Indonesia, TransJakarta saat ini baru mempunyai 3 bus listrik yang sedang diujicobakan.

“Kita setelah ada Perpres (kendaraan listrik) bahkan sebelum Perpres Pak Gubernur sudah menerbitkan dulu sebuah SK lewat Dishub untuk kita lakukan uji coba bus listrik. Karena itulah tahun ini kita sudah ada 3 bus listrik kita uji coba,” tutur Agung.