Kumparan Logo

Setelah Promosikan Saham Garuda, Yusuf Mansur Ajak Beli Saham Infrastruktur

kumparanBISNISverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Erick Thohir (kiri) dan Ustaz Yusuf Mansur foto bersama pada acara Rabu Hijrah di Aula Buya Hamka, Jakarta, Rabu (13/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Erick Thohir (kiri) dan Ustaz Yusuf Mansur foto bersama pada acara Rabu Hijrah di Aula Buya Hamka, Jakarta, Rabu (13/2). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran, Ustaz Yusuf Mansur, sedang rajin mengajak masyarakat untuk berinvestasi saham. Setelah sebelumnya mempromosikan saham Garuda Indonesia (GIAA), kini Yusuf Mansur mengajak masyarakat membeli saham berbagai proyek di Indonesia.

Seperti promosi saham Garuda Indonesia, ajak untuk membeli saham berbagai proyek disampaikan Yusuf Mansur melalui akun instagram pribadinya @yusufmansurnew.

"Sudah waktunya rakyat Indonesia masuk langsung ke berbagai sektor pembangunan di Indonesia, sebagai pemegang saham langsung. Banyak doa aja, supaya makin mudah membeli saham-saham berbagai proyek di Indonesia," tulis Yusuf Mansur.

Dalam unggahan itu, dia menyertakan foto proyek infrastruktur berupa jalan tol, dengan keterangan proyek tol bertingkat terpanjang di RI. Tapi berbeda dengan promosi terdahulu yang eksplisit menyebut saham Garuda Indonesia, kali ini Yusuf Mansur tak menyebut saham yang didorong untuk dibeli.

Tol Layang Jakarta-Cikampek bisa diakses melalui Simpang Susun Cikunir di KM 9+500 Foto: kumparan

Sejumlah BUMN sektor konstruksi, terlibat dalam proyek pembangunan jalan tol beberapa waktu terakhir. Di antaranya yang sudah listing dan menjual saham di Bursa Efek Indonesia, adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR, PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, dan PT PP (Persero) Tbk atau PTPP.

kumparan post embed

Cara pembelian kepemilikan proyek yang dimaksud Yusuf Mansur, adalah dengan urunan meski dimulai dengan uang receh. Jika dilakukan secara massal, maka dan yang terkumpul akan sangat besar, dan bisa jadi pemilik saham mayoritas.

"Masuk rame-rame dengan recehan. Bukan untuk jual beli saham. Tapi sebagai owner. Mudah-mudahan makin banyak orang pintar, akademisi, politikus, tokoh-tokoh, yang ikut mikir, ikut bergerak, ke gerakan Indonesia Berjemaah ini. Regulasi pun makin lama makin cakep. Makin mudah buat masyarakat berinvestasi. Tapi tetap jangan sendiri-sendiri," tandas Yusuf Mansur.

Sementara itu selepas ajakan Yusuf Mansur membeli saham Garuda Indonesia, emiten berkode GIAA itu harganya melesat hingga 40,17 persen dalam sebulan. Padahal kinerja maskapai penerbangan nasional milik BUMN itu, per September 2020 mencatatkan kerugian hingga USD 1,07 miliar atau sekitar Rp 15,2 triliun (kurs Rp 14.210).