Siap Danai Startup untuk Wujudkan Smart City, Sinar Mas Land Bikin Modal Ventura
·waktu baca 3 menit

Sinar Mas Land mendirikan perusahaan modal ventura, untuk mendorong berbagai inovasi teknologi dengan menyiapkan pendanaan bagi startup potensial di Indonesia. Perusahaan modal ventura bernama Living Lab Ventures tersebut, dibentuk Sinar Mas Land bersama dengan anak perusahaan dan afiliasinya.
Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja, menjelaskan peluncuran Living Lab Ventures dimaksudkan untuk mewujudkan pengembangan ekosistem digital yang menjadi fokus perusahaan saat ini. Selama ini Sinar Mas Land menjaga konsistensi untuk menambah aspek digital dalam pengembangan township secara keseluruhan.
“Untuk menciptakan kota pintar (smart city) yang holistik, kami tentu perlu memberikan fasilitas yang cerdas kepada masyarakat. Oleh karena itu, Sinar Mas Land serius mengembangkan Living Lab Ventures yang akan membiayai startup digital yang berhubungan dengan gaya hidup digital masyarakat," kata Michael Widjaja melalui pernyataan resmi, Kamis (30/6).
Dia menandaskan, keseriusan mengembangkan startup untuk mendukung terwujudnya smart city, karena ingin mengembangkan kehidupan yang agile dan smart dalam ekosistem Sinar Mas Land.
Living Lab Ventures yang dibentuk, menurut Michael menggunakan pendekatan sektor agnostik yang terbuka untuk menjangkau jaringan investasi yang lebih luas.
Living Lab Ventures dipimpin oleh Mulyawan Gani sebagai Managing Partner dan Bayu Seto sebagai Partner. Sinar Mas Land menilai keduanya telah memiliki pengalaman kerja sebagai jajaran eksekutif di beberapa startup unicorn dan transformasi bisnis ke ranah digital.
Living Lab juga didukung oleh jajaran eksekutif lain yang telah berpengalaman dalam industri teknologi ataupun perusahaan rintisan.
Managing Partner Living Lab Ventures, Mulyawan Gani menyatakan, “Potensi pertumbuhan eksponensial smart city di Indonesia semakin diperhatikan. Untuk menciptakan digital lifestyle yang kondusif, kami perlu memberdayakan masyarakat dengan teknologi yang inovatif dan adaptif sejalan dengan kebutuhan dinamis masyarakat itu sendiri."
Living Lab Ventures, lanjutnya, ingin mendukung perusahaan rintisan lokal untuk membuka potensi mereka dan menjadi game-changer dengan mengintegrasikan inovasi dan solusi teknologi mereka ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Living Lab Ventures berfokus pada tiga aspek teknologi utama, yakni Smart Technologies, Digital Life, dan Mobility. Smart Technologies merupakan aspek yang berfokus pada teknologi inovatif yang mendukung kehidupan perkotaan pintar.
Teknologi ini berkaitan erat dengan aspek Digital Life yang berfokus pada teknologi terkait e-commerce dan social networking yang berdampak dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu Mobility berfokus pada teknologi pintar dalam pergerakan manusia dan barang di dalam kota.
Salah satu kekuatan Living Lab Ventures ini adalah memiliki Living Lab X sebagai laboratorium untuk menginkubasi dan mengembangkan perusahaan rintisan lokal. Hal ini memungkinkan mereka dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan masyarakat.
Living Lab X menawarkan partnership dengan perusahaan terkait lainnya, serta menyediakan pilot testing untuk percobaan implementasi awal. Selain itu, Living Lab juga akan mendukung kolaborasi dan memberikan mentoring bagi pemimpin perusahaan rintisan dalam setiap proses perkembangan perusahaannya.
Sementara itu Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, menambahkan ide mendirikan perusahaan modal ventura tidak hanya memfasilitasi startup dari segi pendanaan, namun juga melalui Living Lab X menyiapkan sebuah proses inkubasi yang berjalan seiring dengan inovasi dan solusi teknologi mereka.
"Ke depannya, keberhasilan terapan teknologi digital ini akan membantu pengembangan smart city, menjadi smart society tidak hanya di BSD City, tetapi juga di Indonesia," pungkasnya.
